Kamis, September 17, 2026

Dorong Anak Muda Peduli Lingkungan, KAMIPARHO Apresiasi Kiprah Avatar Lingkungan

KAMIPARHO.ORG, DEPOK – Tidak dipungkiri, bahwa setiap hari dalam kegiatan rumah tangga banyak menghasilkan limbah yang salah satunya yaitu limbah dari minyak goreng atau yang biasa disebut dengan minyak jelantah. Minyak jelantah sering dianggap tidak memiliki nilai ekonomis sehingga biasanya langsung dibuang ke saluran air oleh masyarakat. Namun demikian, tindakan tersebut dapat mencemari lingkungan dan bahkan akan menghambat saluran air.

Dari latar belakang itulah, anak-anak muda yang berangkat dari bangku kuliah dan tergabung dalam wadah Avatar Lingkungan akan berbagi ilmu baru dengan menggelar Workshop Avatar Lingkungan, Recycle Action (RE-Action) “Pemanfaatan Minyak Jelantah & Ampas Kopi Menjadi Sabun”. Agenda ini digelar di Lett Coffee, Krukut, Depok, pada Minggu (16/08/2023).

Dalam kegiatan tersebut juga diadakan praktik langsung cara pembuatan sabun dari minyak jelantah yang akan dikombinasikan dengan limbah kopi yang dihasilkan dari coffee shop tempat workshop tersebut digelar.

Sulistri, Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (DPP FSB KAMIPARHO) dalam sambutannya mengatakan bahwa FSB KAMIPARHO mengapresiasi kepada Avatar Lingkungan yang telah menggelar agenda workshop ini. Ia merasa senang bisa mensuport kegiatan peduli lingkungan yang diinisiasi oleh anak-anak muda.

BACA JUGA :   KSBSI Tegaskan Tolak Kenaikan BBM

“Kami merasa senang dan menyambut baik acara workshop ini, dan bisa hadir ditengah anak muda-muda yang kreatif, inovatif dan adaptif yang membicarakan tentang pengolahan minyak jelantah dan ampas kopi menjadi produk yang bermanfaat.” kata Sulistri.

Lebih lanjut, Sulistri memperkenalkan organisasinya yakni serikat bruuh federasi KAMIPARHO, dimana levelnya di tingkat nasional dan terdiri dari 23 cabang.

“Itulah serikat buruh, yang saaat ini meminta UU Cipta Kerja di cabut, yang kemarin suka demo. Namun demikian, bukan berarti serikat buruh itu kerjaanya tukang demo, demo hanya menjadi sarana, ketika suara kita tidak didengar oleh pemerintah.” jelasnya.

Sulistri menjelaskan alasan kenapa serikat buruh F KAMIPARHO mensuport kegiatan workshop ini. Bahwa Ada 3 hal yang melatar belakangi. Yang pertama, dengan semangat kaderisasi, dimana serikat buruh perlu kader-kader generasi muda yang bisa merekrut anggota serikat buruh.

BACA JUGA :   Imbas Gagalnya Perundingan, Buruh PT Tunas Kreasi Perkasa Makassar Duduki Perusahaan

Yang kedua, peduli dengan lingkungan dimana saat ini buruh sedang diskusi tentang isu perubahan iklim, tentang batu bara, kelapa sawit. Bagaimana kondisi ini bisa lebih baik dengan transisi yang adil buat ligkungan, masayrakat sekitar dan pekerjanya.

“Misalnya, Pertambangan batu bara di tahun 2050 akan stop produksinya, tetapi keberlangsungan pekerjanya akan bagaimana?, apakah bisa dikerjakan di tempat lain. Hal itu yang saat ini menjadi permintaan serikat buruh kepada pemerintah Indonesia.” bebernya.

Yang ketiga, tentang minyak kelapa sawit, dimana saat ini banyak kampanye hitam tentang sawit yang memojokkan Indonesia.

“Misalnya, di Eropa banyak isu yang mengatakan sawit Indonesia memperkerjakan buruh anak, adanya diskriminasi, merusak lingkungan, banyak pelanggaran norma ketenagakerjaan dan sebagainya. Padahal, hal itu tidak terbukti, dan pentingnya kaum muda juga harus ikut mengkampayekan sawit berkelanjutan demi angkatan kerja muda Indonesia.” tegasnya.

BACA JUGA :   Kongres VII FSB KAMIPARHO Di Bandung, Dibuka Langsung Oleh Presiden KSBSI

Sementara itu, Nadya Putri Ramadhani, S.Tr. Kes, Founder Avatar Lingkungan dalam kesempatan yang sama berterima kasih kepada peserta dan suport dari para pihak yang telah mendukung acara ini. Ia juga menjelaskan tentang agenda workshop pemanfaatan limbah minyak jelantah dan ampas kopi menjadi sabun.

“Terima kasih untuk para peserta yang sudah hadir pada hari ini, tadi diisi dengan dua sesi pemateri, yakni Vadhila, perwakilan dari Puskesmas Limo Depok, dan fasilitatornya saya sendiri.” ucap Nadya.

Nadya berharap, semoga ilmu yang kami berikan pada hari ini dapat diimplementasikan dan bermanfaat bagi temen-temen dan masyarakat luas. Ia berjanji kedepan akan ada pelatihan-pelatihan lebih lanjut tentang pemanfaatan sampah plastik menjadi ekobrit.

Hadir dalam agenda workshop diantara, sebanyak 22 orang sebagai peserta workshop. Narasumber, Vadhila Rahmadita, A.Md. Kes, S.T selaku Sanitarian Puskesmas Limo yang juga anggota himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HALKI) kota Depok beserta tim. Yoga, Lett Coffee dan Tim Avatar Lingkungan. (RED/Handi)

Tinggalkan Balasan

spot_imgspot_img

Berita Popular

More from author

Selamat Hari Ulang Tahun ke-34 KSBSI

Sejak berdirinya organisasi serikat buruh independen pertama di Indonesia, pada 25/04/1992, sampai hari ini, 25/04/2026, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) terus menunjukkan komitmennya...

ILO Fasilitasi Jejaring Serikat Pekerja Sawit Belajar Manajemen Digital

Kamiparho.org, BOGOR - Belum lama ini Organisasi Perburuhan Internasional atau International Labour Organization (ILO) mengadakan Lokakarya Jaringan Serikat Pekerja tentang "Manajemen Pengetahuan Digital dan...

Ini 6 Poin Pernyataan Sikap JAPBUSI Merespon Penetapan Upah Minimum 2023

Kamiparho.org, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (KEMNAKER) menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2023 pada tanggal...