Jakarta – Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) bekerja sama dengan ACV International Asia menggelar diskusi dengan tema Agenda ILC : Standard Setting Platform Economy, yang diselenggarkan di Jakarta, Senin (18/05/2026).
Hadir sebagai peserta diskusi yakni, 40 perwakilan delegasi dari unsur serikat pekerja serikat buruh Indonesia yang akan hadir dalam ILC yang ke 114 di Jenewa, Swiss. Narasumber yakni Maria Emeninta koordinator Regional ACVI Asia, Rekson Silaban MPO KSBSI.
Agenda ini merupakan persiapan jelang Konferensi tahunan ILO yang akan diselenggarakan pada 1-14 Juni 2026 di Jenewa, Swiss, dimanan salah satu agenda pentingnya adalah Diskusi Kedua Penciptaan Pekerjaan Layak untuk Platform Ekonomi.
Dalam sambutannya, Elly Rosita Silaban, Presiden KSBSI menyampaikan komitmenya untuk terus memperjuangkan para Pekerja Platform di Indonesia, oleh karenanya penting untuk serikat buruh mempunyai pandangan yang sama terhadap isu ini.
“KSBSI memiliki konsen yang cukup tinggi dalam
issu ini, maka dari itu mengajak para delegasi berdiskusi menyamakan persepsi terhadap agenda ILC tentang pekerja platform, bukan berarti isu ini hanya untuk KSBSI ya, namun untuk buruh Indonesia.” kata Elly Rosita Silaban dalam sambutannya.
Maria Emeninta selaku koordinator ACV-CSCI Asia dalam kesempatan yang sama, lebih menyampaikan bahwa agenda ini merupakan program regional ACVI Asia yakni mengenai riset perbandingan platform di berbagai negara (terutama di Asia, khususnya Indonesia, Kamboja,Philippine dan Nepal). Mendukung penguatan kebijakan negara, melalui regulasi, implementasi aturan dan inisiatif tingkat perusahaan/lokal (lakukan lobby pendukung, kampanye isu dan penguatan jejaring). Mempersiapkan organisasi partner hadir dan berperan dalam sidang ILO, Juni 2026 (Pre-ILC Meeting ITUC-AP, Bangkok April 2026).
Sementara itu, Rekson Silaban dalam kesempatan tersebut lebih menyajikan bahan-bahan diskusi untuk delegasi pekerja Indonesia ke ILC yang ke-114, mengenai isu-isu krusial untuk Komite Pekerja Platform.
Rekson meningatkan ingatan peserta bahwa pada Juni 2025, pemerintah, pengusaha, dan pekerja telah sepakat untuk melanjutkan pembahasan
menuju sebuah Konvensi yang dilengkapi dengan Rekomendasi. Blue Report hasil konsultasi dan revisi oleh Kantor ILO, melibatkan 74 pemerintah, 131 organisasi pekerja, dan 106 organisasi pengusaha.
Dalam sesi tersebut, Rekson banyak membahas tentang pekerja platform, mengenai definisi, cakupan, pengakuan, perlindungan kerja, promosi ketenagakerjaan dan isu lainnya mengenai pekerja platform. Dan tampak antusiasme para peserta melakukan diskusi interaktif seputar isu pekerja platform. Dan di sesi terakhir, para peserta diharapkan untuk menentukan langkah tindak lanjut dari diskusi. (RED/handi)




