Bogor – Pentingnya menyusun peta jalan transisi energi yang berkeadilan dalam menghadapi isu perubahan iklim dalam tatanan global. Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) bekerja sama dengan Danish Trade Union Development Agency (DTDA) kembali menggelar workshop penguatan kertas posisi Transisi yang Berkeadilan di Bogor, 15 April 2025.
Danish Trade Union Development Agency (DTDA) sendiri adalah sebuah lembaga bantuan untuk serikat pekerja yang bermarkas di Denmark, untuk tujuan berkontribusi pada terciptanya kondisi demokratis, sosial, dan ekonomi yang adil untuk semua di negara-negara berkembang. Sementara kantor Regional DTDA Asia berada di Manila, Filipina.
Acara workshop ini dihadiri peserta dari DEN KSBSI, perwakilan federasi afiliasi KSBSI yakni FSB Garteks, F Lomenik, FSB Nikeuba, FSB Kamiparho, FSB Kikes, F Hukatan, FTIA, FKUI, FPE, Sebumi, Komite Pemuda, K2N, Fesdikari, perwakilan dari ILO Jakarta dan Konfederasi KSPSI AGN, KSPSI Jumhur, KSarbumusi, KSPN, berserta federasi maisng mainsg afiliasi.
Agenda ini merupakan hari kedua Tim DTDA berkolaborasi dengan ILO jakarta dalam isu Transisi Energi yang Berkeadilan.
Pada hari kedua ini, disusun rencana kerja yang telah ditetapkan dan disepakati oleh forum dan dibagi menjadi 4 (empat) Tim dengan masing-masing job description yang telah ditetapkan.
Sepanjang hari kedua ini, terjadi diskusi luar biasa dimana para pimpinan federasi dan konfederasi saling beradu gagasan dan perencanaan masa depan bagi para pekerja agar dapat menghasilkan sesuatu yang baik di masa mendatang.
Dari diskusi yang berlangsung seharian penuh tersebut, lahirlah berbagai gagasan, saran dan masukan yang saling melengkapi dan memiliki tujuan yang sama, diantaranya menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang harus dilaksanakan oleh pihak-pihak yang telah ditentukan tugas dan tanggung jawabnya.
Forum diskusi ini membahas diantaranya tentang membangun kapasitas organisasi, sosial dialog, konsolidasi dan rencana untuk melakukan rapat tingkat tinggi. (RED/handi)




