KAMIPARHO.ORG, JAKARTA – Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (DPP FSB KAMIPARHO) menggelar rapat Penguatan Implementasi Aplikasi Pengaduan Keluh Kesah JAPBUSI melalui daring bagi anggotanya di wilayah Kalimantan Barat, Sabtu (16/05/2026).
Rapat yang diselenggarkan melalui daring tersebut, dihadiri lebih dari 18 peserta yang berasala dari perwakilan anggota yang sudah mendapatkan Pelatihan Non Diskriminasi Berbasis Gender dan Aplikasi JAPBUSI diwailayah Kalimantan Barat diantaranya, Batch 1 wilayah Darit ( PT. Tebar Tandan Tenerah (TTT), PT. Nusantara Sarana Alam (NSA) yang berdomisili di Kabupaten Landak dan, PT. Kedurang Prakarsa Nabati), Batch 2 wilayah Smbas (PT. Agro Nusa Investama Group Wilmar Senabah, PT Wawasan Kebun Nusantara Group KPN. PT Sarana Esa Cipta Group dari Musimas,), Batch 3 wilayah Pontianak/Mempawah (PT. Mitra Andalan Sejahtera / PT MAS)
Tujuan diadakan rapat daring kali ini yaitu untuk lebih meningkatkan jumlah penguna akun aplikasi JAPBUSI terutama di wilayah target Pelatihan Non Diskriminasi Berbasis Gender dan Sistem Pengaduan Berbasis Website dan Aplikasi JAPBUSI, yakni di tiga wilayah, Darit, Sambas, Pontinak provinsi Kalimantan Barat, Sehingga nantinya peserta dan anggota dapat manfaat lebih atas sistem penagaduan aplikasi JAPBUSI ini.
Supardi, Ketua Umum DPP FSB Kapiparho dalam sambutannya menekankan pentingnya anggota serikat buruh untuk meningkatkan kapasitas berorganisasi melalui pelatihan yang sudah diberikan dan dapat mengimplementasikannya di lapangan, terutama tentang hak-hak pekerja di tempat kerja, permasalahan di tempat kerja, serta kendala dan startegi dalam pengorganisasian anggota melalui aplikasi pengaduan keluh kesah JAPBUSI.
Supardi juga berharap pasca peserta mendapatkan pelatihan, ilmu dan pengetahuan yang didapat bisa dtularkan kepada anggota yang lainnya. termasuk untuk mengajak anggota mendownload dan meregistrasi aplikasi pengaduan JAPBUSI.
“Dan tentunya, untuk dapat download dan registrasi aplikasi JAPBUSI ini tidak mudah, dikarenakan banyak kendala dan hal lain. Namun demikian hal itu tidak menjadi penghalang untuk kawan kawan untuk terus mensosialisasikan dan melakukan pengorganisasian anggota maupun buruh dan pekerja lainnya melalui aplikasi JAPBUSI ini.
Dalam rapat zoom, tampak peserta sangat berantusias dan bersemangat dan banyak berinteraksi serta melakuakn berdiskusi mengenai kendala, praktik baik sosialisasi serta menyusun strategi pengorganisasian aplikasi Japbusi agar kedepan lebih baik lagi. (RED/Handi)




