KAMIPARHO.ORG, JAKARTA – Sulistri selaku Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Federasi Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (DPP FSB KAMIPARHO) mengatakan perlindungan terhadap pekerja perempuan di perkebunan sawit masih jauh dari kata layak.
“Hal ini diantaranya terkait status kerja di perkebunan sawit masih banyak kita jumpai status pekerjaanya mayoritas buruh harian lepas, dimana jam kerja mereka masih kurang dari 26 hari, sehingga upah mereka dibawah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Artinya secara aturan hal itu tidak dibenarkan karena tidak sesuai dengan ketentuan Undang-undang.” kata Sulistri kepada kamiparho.org di Jakarta, Sabtu (04/03/2023).
Sulistri menjelaskan persoalan tentang Alat Pelindung Diri (APD) dan alat kerja lainnya yang harus membawa sendiri dari rumah karena tidak disediakan oleh perusahaan.
“Hal itu dirasa sangat timpang, disatu sisi pekerja dengan kesadaran dirinya berusaha sadar akan resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja. Disisi lain, pihak perusahaan kurang mendukungnya dengan tidak menyediakan APD bagi pekerja.” jelasnya.
Selain itu, Ia mengungkapkan bahwa belum tercovernya program jaminan sosial khususnya BPJS Ketenagakerjaan secara menyeluruh bagi pekerja sawit. Pekerja masih banyak yang tidak bisa membaca dan menulis, serta mayoritas pekerjanya belum berserikat.
“Oleh karenanya, sebagai organisasi serikat buruh, kita harus terus mendorong dan melakukan pemberdayaan terhadap buruh perempuan, misalnya dengan mengembangkan tehnik pengorganisasian yang ramah perempuan serta mengakomodir kebutuhan buruh perempuan di kelapa sawit.” ungkapnya.
Dengan pembentukan komite gender di tempat kerja bisa menjadi solusi untuk pemberdayaan buruh perempuan yang lebih baik.
“Tujuan pembentukan komite tersebut, minimal mereka dapat menyampaikan keluh kesah, mereka juga bisa belajar bersama untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan, bahkan mereka dapat meningkatkan posisi tawar dalam bernegosiasi untuk melakukan upaya merubah kondisi kerja yang lebih baik.” tandasnya.
Selain berfokus di sawit, Sulistri saat ini juga sedang memberikan perhatian pada sektor perikanan khususnya di sektor industri pengolahan hasil laut, dimana di industri tersebut masih banyak yang perlu diperbaiki terutama dalam membangun kapasitas pengurus serikat buruh dalam upya mewujudkan pekerjaan layak.
Ia menekankan bahwa, dengan semangat memperingati International Women’s Day (IWD) yang biasanya diperingati tiap Tanggal 8 Maret ini, pekerja perempuan bisa mengambil peran sesuai dengan kemampuan dan semangatnya, baik di tempat kerja maupun organisasi.
“Menciptakan ruang bagi pekerja perempuan dalam mewujudkan pekerjaan layak di sektor kelapa sawit maupun perikanan melalui partisipasi di kepengurusan organisasi, minimal ikut ambil bagian dalam kepengurusan serikat pekerja/buruh di tingkat perusahaan.” pungkasnya.

Profil Sulistri
Lahir di Klaten Jawa Tengah pada 25 Agustus 1973, Sulistri, S.H., M.H. adalah seorang aktifis perempuan yang fokus di isu Gender, standar ketenagakerjaan maupun isu Global. Ia juga pengurus aktif di sebuah organisasi serikat buruh bernama Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (DPP FSB KAMIPARHO) afiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).
Lahir pada masa Orde Baru di Indonesia, Sulistri menempuh pendidikan menengah di Klaten Jawa Tengah sebelum merantau ke Jakarta untuk bekerja dan menimba ilmu. setelah lulus jenjang pendidikan menengah Ia memutuskan bekerja di kantor KSBSI dan aktif di pergerakan buruh perempuan.
Sulistri memulai menjabat di struktur kepengurusan DPP FSB KAMIPARHO sebagai Bendahara DPP FSB KAMIPARHO periode tahun 1996-2000 dan tahun 2000-2008. Ia juga aktif di kepengurusan KSBSI sebagai Ketua Departemen Kesejahteraan periode tahun 1997-2000. Kemudian, dilanjutkan dengan mengisi jabatan sebagai Ketua Departemen Buruh Perempuan dan Anak KSBSI periode tahun 2000-2003 dan tahun 2003-2007. Ia juga ikut aktif sebegai Anggota Komite Nasional Penghapusan Bentuk-Bentuk Terburuk Pekerjaan Anak sejak tahun 2003-2007. Menjadi Koordinator Indonesia Women Union Leader and Activist (IWULAF) periode tahun 2002-2009.
Di sela kesibukannya, Ia menyempatkan diri unutk mengupgrade diri dengan melanjutkan pendidikan Sarjana Ilmu Hukum di Universitas Bung Karno (UBK) pada tahun 2005. Setelah lulus dari UBK pada tahun 2009, Ia meneruskan karirnya sebagai Ketua Bidang Program DPP FSB KAMIPARHO selama 3 periode hingga tahun 2021. Ia juga dipercaya menjabat sebagai Deputi Presiden KSBSI Bidang Program dari tahun 2008 sampai 2019.
Di kencah Tripartit Nasional (Tripnas), Sulistri pernah menjadi Wakil Ketua Tripnas periode tahun 2012-2015, serta saat itu Ia juga dipercaya sebagai Anggota Komite Perempuan International Trade Union Confederation (ITUC) dan ITUC Asia Pasific sejak tahun 2006 sampai 2014. Kemudian dilanjutkan dengan Anggota General Council ITUC dan ITUC Asia Pasific periode tahun 2014-2018.
Setelah cukup lama berkiprah di internasional, pada tahun 2018 Sulistri memutuskan melanjutkan pendidikannya dengan menempuh Magister Ilmu Hukum di Universitas Mpu Tantular pada tahun 2018 dan lulus pada tahun 2020. Dan terakhir, Ia mengambil sumpah jabatan sebagai Advokat pada tahun 2022.
Karirnya tidak terhenti sampai disini, sulistri masih aktif menjabat sebagai Sekjend DPP FSB KAMIPARHO sampai tahun 2025. Ia juga aktif di Jejaring Serikat Pekerja Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI) sebagai Steering Committee untuk Dialog Sosial sektor kelapa sawit khususnya di perkebunan, dimana di dalam sektor tersebut masih banyak pelenggaran norma ketenagakerjaan, terutama pelanggaran tentang hak-hak buruh perempuan.
Pelatihan dan Agenda yang pernah diikuti dan dilakukan Sulistri diantarannya; Pelatihan Gender dan Negosiator Perempaun; Pelatihan Lobby dan Advokasi; Pelatihan Pencegahan HIV/AIDS. Pembicara di beberapa forum terkait perlindungan sosial, Asia People Forum, ILO Global Week; Aktif dalam Konferensi Perburuhan Internasional (2009-2019); Wakil Ketua Delegasi Buruh Indonesia pada Konferensi Perburuhan International (2011); Berpartisipasi dan pembicara dalam pertemuan Labour 20 (L20), Brisbane (Australia), China, Jerman dn Jepang; Aktif di pertemuan Asia Eropa People Forum, Vietnam,Laos, Bulgaria dan Belgia; Melakukan beberapa kampanye khusunya terkait perempuan (Domestic workers, Migran Workes, Informal Economy, Homebase Workers, Young Women Workers and Chil Labor); Komite Bersama SP/SB tentang Penguatan K3 tahun 2022; Aktif sebagai Member Labour 20 (L20) Presidensi G20 Indonesia 2022.
(RED/Handi Tri Susanto)




