DPP FSB KAMIPARHO – Supardi, Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Makanan, Minuman, Pariwisata, Restoran, Hotel dan Tembakau (DPP FSB KAMIPARHO) mengatakan pentingnya buruh Kamiparho untuk bisa meng-upgrade diri sendiri untuk selalu belajar, terutama ke pendidikan yang lebih tinggi.
“Dengan belajar tentu pola pikir kita juga akan berubah. Jadi untuk kawan-kawan di daerah juga selalu saya sampaikan, sekolah lagi..sekolah lagi,” kata Supardi saat pembukaan acara ‘Internasional Women’s Day 2021′ yang digelar DPC Kamiparho Jakarta di Bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (14/3/2021).
Dalam acara bertajuk “Ngopi – Ngobrol Pintar Bersama Perempuan Kamiparho’ ini, Supardi yang juga seorang Lawyer, menuturkan, dirinya bukan berasal dari kalangan akademisi tetapi murni berasal dari kalangan buruh pabrik.

“15 tahun saya berada di Kawasan Industri Pulogadung, jadi saya benar-benar dari nol di serikat buruh yang (semula) nggak ngerti apa-apa.” tuturnya.
Menurut dia, sebenarnya belajar itu tidak harus formal, namun serikat buruh ini merupakan sarana dan tempat belajar yang baik untuk mengupgrade personal buruh.
“Serikat buruh ini tempat belajar. Tempat meng-upgrade diri kita bisa berinteraksi dengan banyak orang.” tandasnya.
Ia memberikan apresiasinya terhadap perkembangan buruh perempuan di Kamiparho yang disebutnya cukup menjadi “leading” jika dibandingkan serikat buruh lain. Terlebih, supardi mengakui, ia termasuk orang yang anti diskriminasi dan anti rasis.
“Saya tipe orang yang anti diskriminasi dan anti rasis. Saya menjunjung tinggi pertigaan.” kata Supardi. Meski tak menjelaskan apa yang dimaksud dengan ‘pertigaan’, namun, ia meminta agar perempuan Kamiparho tidak perlu lagi malu-malu untuk menonjolkan diri.
“Jadi tidak usah khawatir jika di Kamiparho, perempuan pasti minta di dorong duluan. Tapi ya itu tadi, masih banyak yang masih malu-malu, yang laki-laki dulu. Seperti itu,” tandasnya.




