Kamis, September 17, 2026

Sulistri: Masih Banyak Tantangan Bagi Para Pekerja Jika Teknologi AI Diterapkan di Sektor Pertanian

Kamiparho.org, Jakarta – Sektor pertanian memegang peran besar dalam perekonomian Indonesia. Di saat yang bersamaan, teknologi AI yang kian berkembang pesat memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Lalu bagaimana AI dapat mengubah pertanian demi ketahanan pangan, produktivitas, dan pekerjaan yang layak.

Sulistri Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (DPP FSB KAMIPARHO) mengatakan bahwa masih banyak tantangan dan pekerjaan rumah bagi para pekerja Ketika teknologi AI diterapkan di sektor pertanian.

BACA JUGA :   INDOWORD DALAM PELANGKAHAN HUKUM, PIMPINAN ASING TERTAWAN KEPUTUSAN ILEGAL, PEKERJA HANYA DITAWARI "DANA KASIHAN"

“Masih ada kekhwatiran para pekerja terhadap potensi pengurangan tenaga kerja, karena dari padat karya ke padat modal.” kata Sulistri saat menjadi penanggap di agenda seminar “Cultivating Indonesia’s Agricultural Success: How AI Can Transform Agriculture for Food Security, Productivity, and Decent Work” yang diadakan ILO Indonesia pada Rabu (04/12/2024).

Situasi dan kondisi perburahan terkinai juga masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Tentang kenaikan Upah Minimum sebesar 6.5 % yang masih berpolemik, Lalu dengan Undang undang Tapera, lalu rencana kenaikan PPN 12% yang nantinya berdampak kepada daya beli para pekerja dan pertumbuhan eknomi.

BACA JUGA :   Persiapan L20, Komite Climate Change dan Just Transition Gelar Konsolidasi

“Disini kita melihat harus lebih bijak dalam mengunakan Ai, kesenjangan terkait ketrampilan para petani dan pekerja juga perlu diperhatikan, mereka yang tidak relevan dengan AI akan kesulitan dalam mempertahankan pekerjaan atau mencari pekerjaan.” jelas Sulistri.

Lebih lanjut, Sulistri menjelaskan bahwa tentang aksesbilitas yang bisa menjadi hambatan bagi para petani terhadap akses tehnologi AI. Kemudian tentang keterbatasan finansial, peran pemerintah disini sangat dibutuhkan.

Dirinya menekankan agar petani dan pekerja mandiri perlu berserikat supaya mempunyai nilai tawar yang tinggi, mendorong status pekerja informal ke formal. Lalu pentingnya serikat buruh dapat mengaktivasi kebijakan dan melakukan kebijakan.

BACA JUGA :   Ketersediaan Air Kunci Ketahanan Pangan, Jokowi Resmikan Bendungan Bintang Bano NTB

“Jadi saya melihat bahwa pada masa depan pekerjaannya masih sangat komplek, adaptasi tenaga kerja dan juga pada ketrampilannya. Tapi tidak dipungkiri bahwa AI dapat menunjang produktifitas yang tinggi. Kuncinya ada dalam kolaborasi antara stakeholder sehingga potensi AI untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi perlindungan tenaga kerja dan juga keberlangusngan usaha.” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

spot_imgspot_img

Berita Popular

More from author

Sosialisasikan Hasil Perundingan Tripartit, Dwi Istianah Bilang Begini Ke Anggota

kamiparho.org-JAKARTA, Hari ini Pengurus Komisariat (PK) Federasi Serikat Buruh (FSB) Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (KAMIPARHO)-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) adakan...

KAMIPARHO Kota Singkawang Kritisi Dinas PMTK yang Lambat Mengeluarkan Pencatatan SP/SB

KAMIPARHO.ORG, SINGKAWANG - Faisal Rifales, Ketua Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (DPC FSB KAMIPARHO) kota Singkawang,...