Kamiparho.org-JAKARTA, Massa aksi gabungan driver ojek online (ojol) gelar aksi unjuk rasa di Patung Kuda hari ini, salah satu orator meminta Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, turun dari jabatannya.
“Kita minta Menhub turun kalau tidak bisa menyelesaikan masalah ini,” kata salah satu orator di atas mobil komando, Rabu (5/1/2022).
Seperti diketahui massa aksi ojol menuntut kejelasan terkait tarif, Ojol menyayangkan payung hukum versi Menhub yang tidak jelas, kenapa? Pertama aturan tarif dibuat sepihak. Perbedaan tarif antara daerah dan pusat bedanya banyak. Kemudian tarif itu juga nggak mengikuti kondisi riil di lapangan.
Selain itu, perjanjian kemitraan hanya dilakukan oleh aplikator tanpa melibatkan perwakilan Ojol.
“Kedua nggak ada sanksi hukum bagi aplikator kalau nggak ngelaksanain. Buktinya tarif tetap hancur. Selanjutnya perjanjian kemitraan sepihak, jadi yang buat perjanjian itu aplikator, nggak ada perwakilan kita,” kata Danny salah satu penanggung jawab aksi.
“Kinerja Menhub dalam hal ini perlu diperbaiki. Pasalnya, sebagai regulator, Menhub tidak bersikap adil dalam hal ini.” lanjutnya
“Mestinya Kementerian Perhubungan sebagai regulator bersikap adil mewadahi itu. Tapi selama perjalanan 3 tahun kita paham akhirnya, ternyata bukan cuma ojol, kinerja Menhub memang merah, rapotnya merah,” tutupnya. (RED/HTS/KMP)




