Kamiparho.org,JAKARTA, Komisi Kesetaraan Provinsi (K2P) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) DKI Jakarta bekerjasama dengan Universitas Yarsi Jakarta Pusat mengadakan workshop “Pencegahan HIV AIDS di Tempat Kerja Melalui Peningkatan Peran PEER KONSELOR Pekerja/Buruh”. Selasa (14/12)
Kegiatan ini diselenggarakan di Kampus Universitas Yarsi Jakarta Pusat, tanggal 13-14 Desember 2021, dengan diikuti oleh perwakilan peserta dari Federasi yang berafiliasi dengan KSBSI dan Departemen yang di KSBSI.
Adapun peserta terdiri dari perwakilan Federasi yang tergabung ke dalam wadah KSBSI antara lain Federasi Kamiparho, Federasi Kikes, Federasi Garteks, Federasi Nikeuba, Federasi Kui, Departmen Youth, Litbang dan Panser.
Sedangkan team pelaksana kegiatan dari Universitas Yarsi yaitu Dr. Siti Maulidya Sari ,MEPid, dr Maya Trisiswati Mkm, Nur Ainun Sidabutar KSPSI dan Fasilitator Ara Koswara Plann Internasional.
Tujuan dari kegiatan ini adalah Meningkatkan pengetahuan tentang mengidentifikasi kerentanan HIV AIDS pekerja/buruh, Membentuk dan meningkatkan peran Peer Konselor dalam mendorong pekerja/buruh untuk peduli HIV AIDS, Mengedukasi prinsip dan teknik konseling dalam melakukan pendekatan pada pekerja/buruh terkait masalah HIV AIDS dan Meningkatkan keterampilan konseling tentang HIV AIDS khususnya pada konseling online.

Dwi Istiana S.H menjelaskan kepada Kamiparho.org melalui pesan tertulis bahwa, “Pengendalian HIV AIDS masih belum bisa di atasi, karyawan swasta dan Ibu Rumah Tangga memiliki jumlah khusus terbanyak”.katanya
“Kami meyakini bahwa intervensi program pencegahan HIV AIDS di tempat kerja perlu diprioritaskan, karena secara faktual bahwa tingginya kasus Ibu rumah tangga berasal dari penularan suami ke istri.” jelasnya
“Pekerja/Buruh tidak mendapatkan edukasi yang cukup akan informasi yang tepat tentang HIV AIDS, selain itu juga adanya stigma dan diskriminasi di tempat kerja sehingga membuat pekerja/buruh tidak berani tes HIV.” terangnya
“Memobilisasi pekerja/buruh untuk mengakses tes HIV AIDS sukarela/VCT (Voluntary Counseling and Testing) dengan mendekati pekerja/buruh agar bisa diberi informasi, bisa mengukur tingkat resiko dan mau tes HIV itu yang diharapkan dari program ini.” harapnya
“Pendekatan program konselor diyakini lebih bersahabat dan ramah, karena ada kesebayaan, tidak membutuhkan lembaga formal.” lanjutnya
“Dalam upaya mendorong lebih banyak pekerja/buruh yang peduli HIV AIDS di tempat kerja sangat dibutuhkan Peer Konselor untuk memberikan arahan pada pekerja/buruh sebagai upaya peningkatan kepedulian dunia kerja terhadap HIV AIDS. ” tutupnya (RED/HTS/KMP)




