Kamis, September 17, 2026

Pertemuan Lanjutan Proyek Sektor Perikanan ILO Jakarta, Apa Saja Yang Dibahas

Kamiparho.org-Jakarta- ILO Jakarta atau Organisasi Buruh Internasional hari ini gelar pertemuan ke dua untuk membahas lebih lanjut proyek di sektor perikanan, di Gran Melia Hotel Jakarta pada Rabu, (23/03/2022), pukul 9:30 hingga 13:00 WIB

Seperti diketahui, menduduki peringkat kedua setelah Cina, Indonesia menghasilkan 8 persen perikanan tangkap global pada tahun 2018. Sejak awal tahun 2000-an, hasil tangkapan di Indonesia terus meningkat dari kurang dari 4 juta ton per tahun menjadi lebih dari 6,7 juta ton pada tahun
2018.

Pada tahun 2018, nilai total ekspor ikan dan produk perikanan Indonesia adalah sebesar US$ 4,86 miliar, dengan Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang sebagai pembeli
utama. Pada tahun 2019, pemerintah Indonesia memperkirakan bahwa sektor perikanan dan sektor terkait mempekerjakan 1,5 persen dari angkatan kerja, sekitar 3,8 juta pekerja.2
Terdapat lebih dari 60.000 unit pengolahan hasil laut di Indonesia.

Pekerjaan di sektor perikanan merupakan pekerjaan berbahaya. Tantangan hak-hak ketenagakerjaan di sektor perikanan meliputi minimnya rejim pengawasan ketenagakerjaan, buruknya keselamatan dan kesehatan kerja dan kondisi kerja lainnya, regulasi dan kewenangan lembaga pemerintah yang tumpang tindih, kompleksitas yurisdiksi transnasional antara negara bendera, negara pelabuhan, negara pantai, dan negara asal.

BACA JUGA :   Bagaimana Mekanisme Keluh Kesah di Industri Perikanan Melalui Rantai Pasok, Ini Penjelasan Rita Olivia

Menurut perkiraan global terbaru ILO tentang kerja paksa, sektor perikanan, serta pengolahan hasil laut di darat, merupakan salah satu sektor dengan angka prevalansi kerja paksa paling tinggi. Untuk mendukung keberlanjutan industri perikanan tangkap Indonesia, Kantor ILO Jakarta saat ini melaksanakan tiga proyek yang saling melengkapi yang bertujuan untuk mencapai kerja layak di sektor perikanan dan perlindungan nelayan Indonesia.

Supardi perwakilan KSBSI mengatakan saat ditemui di Kantor KSBSI Cipinang Muara bahwa, ILO Jakarta saat ini sedang melaksanakan tiga proyek disektor perikanan, dengan tujuan untuk mendukung pekerjaan yang layak di sektor perikanan dan pengolahan hasil perikanan pada Kamis, (24/03/2022)

BACA JUGA :   Pelatihan Sektor Perikanan Kamiparho, Alson Jelaskan Tentang PKB Menurut Undang-Undang

Ada 3 Program ILO yang saat ini sedang dijalankan antara lain, program ter Ship to Shore Rights South East Asia, ada Proyek 8.7 Accelerator Lab Programme (8.7 ACC Lab), serta Proyek Improving Workers’ Rights in Rural Sector with a focus on Women. ketiga program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerangka dan kebijakan hukum, serta penegakannya dan juga untuk mendukung mitra sosial yang bekerja di sektor perikanan dan pengolahan hasil perikanan.

“Dari ketiga proyek tersebut, harapannya mampu berkolaborasi satu sama yang lainya, kami lebih fokus di program 8.7 ACC Lab, tentunya upaya bersama untuk memastikan hak-hak dasar di tempat kerja, migrasi yang teratur dan aman, mendorong penghapusan kerja paksa dan pekerja anak.” katanya

“dari pertemuan tadi, kami berdiskusi dan konsultasi di sektor perikanan dan pengolahan hasil perikanan.” jelasnya

BACA JUGA :   Kadisnaker Kota Depok Enggan Membawa Aspirasi Buruh Terkait Besaran UMK 2022

“Tentunya kami akan mendukung program ini, berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lain untuk membawa kepentingan buruh Indonesia sektor perikanan, bagaimna meningkatkan pengawasan ketenagakerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja, dan kondisi kerja bagi nelayan dan pekerja di sektor pengolahan.” tambahnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain dari Konfederasi, KSBSI, KSPSI, KSPSI ATUC, KSPI, K-Sarbumusi, KSPN. Dari Serikat Pekerja Sektoral: KPI, SBMI, SPPI. Dari Pemerintah: Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia – BP2MI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Dari Asosiasi Pengusaha Indonesia, Dari Lembaga PBB:IOM Indonesia, dan UNDP. Dari Lembaga Donor, Royal Norwegian Embassy di Jakarta dan Norwegian Agency for Development Cooperation (NORAD), Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat – USDOL, dan Uni Eropa (UE)
(RED/HTS/MKJ)

Tinggalkan Balasan

spot_imgspot_img

Berita Popular

More from author

Sulistri Ikuti Pelatihan Global tentang Ekonomi Perawatan di Doha Qatar

Jakarta - Belum lama ini, International Training Cantre of the International Labour Organization (ITCILO) menggelar pelatihan mengenai ekonomi perawatan bertajuk "South 4 Care Learning...

Buruh PT Dumak Gelar Unras di Depan Gedung KPKNL DKI Jakarta, Ini Tuntutannya

Kamiparho.org-Jakarta - Ratusan buruh gelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kementerian Keuangan Repubik Indonesia Direktorat Jenderal Kekayaan...

DPC Kamiparho Gelar Diskusi Tentang HIV/AIDS Dengan dr Maya Trisiswati Univ Yarsi

Kamiparho.org-Jakarta, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh (FSB) Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (KAMIPARHO) DKI Jakarta hari ini adakan diskusi dengan...

Pentingnya Budaya K3 Diterapkan Sejak Usia Dini

KAMIPARHO.ORG, JAKARTA - Sulistri, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (FSB KAMIPARHO) sekaligus Koordinator Dialog Sosial Jejaring Serikat...

Ini 6 Poin Pernyataan Sikap JAPBUSI Merespon Penetapan Upah Minimum 2023

Kamiparho.org, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (KEMNAKER) menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2023 pada tanggal...