KAMIPARHO.ORG, LANDAK – Puluhan buruh PT. Kapuas Rimba Sejahtera (PT. KRS) HPI Agro Djarum Group, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat yang tergabung dalam wadah organisasi Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (FSB KAMIPARHO) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan kantor perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. KRS pada, Jum’at (04/04/2025).
Aksi damai FSB KAMIPARHO ini berkolaborasi dengan tokoh adat, tokoh masyarakat serta buruh anggota FSB KAMIPARHO PT. KRS, dimana demo ini merupakan bentuk perlawanan terhadap penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang menimpa anggota FSB KAMIPARHO PT. KRS.
“Aksi demo ini terkait penyelesaian kasus Sdr Wanda, anaknya Sdri Nani yang telah melakukan pelanggaran hukum, dimana dirinya telah mencuri bersama temannya bernama Dendi sebanyak 23 buah/janjang kelapa sawit. Nah dalam hal ini hingga melibatkan Sdri Nani yang ikut dilaporkan juga oleh perusahaan kepada pihak yang berwajib.” kata Januarius Jono Ketua Dewan Pengurus Cabang FSB KAMIPARHO Kabupaten Landak saat dihubungi melalui panggilan telepon usai melakukan demo.

Januarius Jono mengatakan bahwa permasalahan ini sebenarnya sudah diselesaikan secara adat, dimana Sdri Nani telah melaksanakan sanksi hukum adat atas kesalahan anaknya yang bernama Wanda bersama temannya Dendi sesuai berita acara adat.
“Untuk itu, kami memohon kepada pihak manajemen perusahaan PT. KRS mendukung upaya restorative justice di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat bersama keluarga korban, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan pemangku kepentingan lainnya agar situasinya kondusif serta tetap menjaga hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.” harap Jono.
Jono menegaskan kembali dan meminta kepada pihak perusahaan PT. KRS agar menarik laporan kepolisian terhadap Sdri Nani dikarena sudah diselesaikan secara adat melalui Temenggung Binua Tali Amas Dusun Nyawan, Desa Kuala Behe, Kecamatan Kula Behe, Kabuaten Landak, kalimantan Barat.
“Jika aksi kami ini tidak dihiraukan oleh pihak perusahaan PT. KRS, kedepan kami akan kembali menggelar aksi yang lebih besar lagi dan jangan salahkan kami jika nantinya akses produksi PT. KRS bisa saja terhambat.” pungkas Jono. (RED/handi)




