Kamis, September 17, 2026

JAPBUSI Gelar Rapat Koordinasi Bahas Program Sektor Sawit Setahun Kedepan?

Kamiparho.org-Jakarta – Jejaring Serikat Pekerja Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI) gelar rapat koordinasi membahas rencana kerja untuk satu tahun kedepan. Agenda tersebut dilakukan di Hotel Best Western, Cawang, Jakarta Timur pada Rabu, (06/04/2022).

Hadir dalam rapat tersebut antara lain, anggota dari Japbusi yakni lintas Konfederasi yang beranggotakan afiliasi Federasi yang fokus di sektor kelapa sawit.

Supardi, S.H,M.H Ketua Umum FSB Kamiparho yang juga anggota steering committe Jabusi dalam keterangannya usai mengikuti rapat koordinasi mengatakan, Rapat hari ini diikuti oleh para koordinator program dan steering committe, dalam rangka implementasi program Japbusi selama setahun kedepan.

BACA JUGA :   Ini 6 Poin Pernyataan Sikap JAPBUSI Merespon Penetapan Upah Minimum 2023

Koordinator program dari masing-masing Federasi nantinya akan berkoordinasi dan meminta masukan dari steering committe. yakni Komite yang didalamnya diisi oleh masing-masing Ketua umum Federasi Japbusi.

“Masing-masing anggota Japbusi, tadi memaparkan program kerjanya di depan komite pengarah, para koordinator antara lain, koordinator sosial dialog, koordinator riset, koordinator pelatihan dan pendidikan. Mereka mempresentasikan program kerja setahun kedepan.” katanya.

“Kedepan kami juga sepakat untuk melakukan singkronisasi antara Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAPKI) dengan Jabusi unutk lebih meningkatkan kolaborasi terutama di tingkat perusahaan, di daerah.” jelasnya.

Seperti diketahui, organisasi buruh internasional atau ILO sebagai suporting program Japbusi ini, menginginkan pengembangan cakupan area kerja Japbusi, antar lain di Sumatra Utara, Sumatra selatan, Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Timur, kalimantan Tengah dan Aceh. Dimana Japbusi akan menitik beratkan pada isu jaminan sosial, K3 dan hubungan kerja.

BACA JUGA :   Pelatihan Sektor Perikanan Kamiparho, Alson Jelaskan Tentang PKB Menurut Undang-Undang

“Masih banyak praktik buruk didunia sawit, misalnya saja untuk hubungan kerja, mereka masih banyak yang bekerja dengan status harian lepas, bekerja cuma 20 hari, upahnya dibawah upah minimum, belum lagi pekerja harian lepas biasanya mereka bekerja di bagian pemupukan, pemanenan, dan pembersih rumput.” ungkap Supardi.

“Ditambah lagi, buruh belum terlindungi atas jaminan sosialnya, seperti kepesertaan BPJSTK dan BPJS Kesehatan. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam hal ini APD masih banyak yang belum dibekali, kesejahteraan mereka yang masih dibawah standart.” tambahnya.

BACA JUGA :   JAPBUSI Gelar Evaluasi Akhir Proyek “Advancing Workers Rights in Indonesia and Malaysia’s Palm Oil Sector”

Japbusi dalam peran dan fungsinya sebagai salah satu aliansi gabungan pekerja buruh sawit Indonesia akan mengandeng para stakeholder, melalui koordinator sosisal dialog kedepan, Japbusi akan melakukan audiensi ke Gapki, lspo, Rspo, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pertanian dan Perkebunan. Bersama-sama melakukan kolaborasi dalam hal meningkatkan pekerjaan layak menuju sawit Indonesia yang berkelanjutan. (RED/HTS/MKJ)

 

 

Tinggalkan Balasan

spot_imgspot_img

Berita Popular

More from author

Ratifikasi ILO C188 Jangan Ulangi Kesalahan Implementasi MLC 2006

RATIFIKASI Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan melalui Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 merupakan tonggak sejarah penting bagi perlindungan awak...

PK Hotel Bumi Wiyata Depok Gelar Sosialisasi Hasil Perundingan Upah Tahun 2022

Kamiparho.org-JAKARTA, Pengurus Komisariat Federasi Serikat Buruh makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (KAMIPARHO)-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) PT Bumi Putera Wisata (Hotel...

KSBSI Tegaskan Tolak Kenaikan BBM

kamiparho.org-JAKARTA-Pemerintah bakal memberikan Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada 16 juta pekerja/buruh dengan gaji dibawah Rp3,5 juta per bulan. Namun subsidi tersebut bersamaan dengan...