Kamiparho.org-JAKARTA, Organisasi Buruh Internasional (ILO) meminta seluruh perusahaan dan pihak-pihak terkait untuk memastikan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) bagi para pekerja saat dan setelah pandemi.
Bangsa Indonesia berharap pandemi ini akan menjadi endemi pada 2022 dan kita beralih ke kondisi normal yang baru dan kita masih mencari cara agar infeksi COVID-19 tidak tersebar luas.
“Dan untuk mencegah timbulnya krisis kesehatan di masa yang akan datang, kita perlu memastikan pekerja melakukan langkah-langkah yang baik,” kata Spesialis Bidang Ketenagakerjaan ILO Kazutoshi Chatani dalam webinar bertajuk “Tren Masa Depan Dunia Kerja dan K3 Usai Pandemi” di Jakarta, Rabu. (10/11)
Chatani menjelaskan upaya-upaya persiapan diperlukan untuk mencegah timbulnya krisis kesehatan di masa yang akan datang, sehingga Indonesia bisa tetap bertahan dengan sistem kesehatan yang ada.
Dengan demikian, lanjut dia, dunia bisnis bisa mengambil peluang yang baru dalam proses transisi menuju normal baru.
“Saya berharap bisa mendapatkan masukan-masukan yang sangat penting untuk pemulihan pandemi, terutama meningkatan K3 di tempat-tempat kerja, sehingga kita bisa melindungi pekerja dan bisnis saat maupun setelah pandemi,” katanya.
Dia menuturkan bahwa pandemi COVID-19 mengubah dunia dengan cepat dan menuntut respon terhadap perubahan tersebut terkait bagaimana cara kerja di masa yang akan datang.
Menurut Chatani, hadirnya teknologi membantu bisnis tetap berjalan sekaligus mengurangi interaksi langsung antara produsen dan konsumen.
“Mereka juga bisa bekerja secara daring dan maraknya layanan pesan antar juga sebagai suatu bentuk yang baru. Kita harus merancang mekanisme yang baik, sehingga kita bisa melindungi pekerja,” ujarnya.
Berdasarkan survei Katadata terkait sistem kerja selama pandemi COVID-19, sebanyak 37.5 persen responden menyatakan penyelenggaraan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sukses, sementara 44.3 persen menganggapnya kurang sukses, 7.1 persen tidak sukses, dan 11.1 persen tidak melakukan WFH.
Selain itu, 40 persen pekerja menilai kolaborasi pekerjaan lebih baik pada masa pandemi, sementara 20 persen pekerja menilai pelatihan (training/coaching) karyawan lebih parah dari sebelum pandemi.
Terkait K3, sebanyak 46,8 persen pekerja melihatnya cukup diprioritaskan, sementara 39,9 persen lainnya menilai sangat diprioritaskan, 11,1 persen kurang diprioritaskan, dan 2,2 persen tidak diprioritaskan.
“Pandemi merupakan malapetaka, tetapi juga menjadi peluang untuk melihat dan membentuk masa depan kita menjadi lebih baik,” kata Chatani.

ILO Gelar Kompetisi Video Kreatif Tingkatkan Budaya K3
Organisasi Perburuhan Internasional/ILO menyelenggarakan Kompetisi Video Semenit (KOVID) untuk meningkatkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di era pandemi sebagai kunci produktivitas pekerja dan upaya meningkatkan ketahanan bisnis.
KOVID merupakan kompetisi membuat video berdurasi 60 detik yang dapat diikuti oleh seluruh warga Indonesia. Tema yang diusung adalah Menciptakan Tempat Kerja yang Aman dan Sehat selama Pandemi dengan fokus “Wujudkan Indonesia Berbudaya K3”.
“Kami juga berharap dengan promosi budaya K3 yang terpancang dan mengakar akan mendorong penerapan sistem K3 yang lebih baik di Indonesia dan perusahaan,” kata Manajer Proyek ILO untuk Meningkatkan Pencegahan COVID-19 di dan melalui Tempat Kerja Abdul Hakim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin. (15/11)
Pandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan bagi para pekerja di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2020, 29 juta pekerja di negara ini terkena dampak seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), pengurangan gaji yang signifikan serta berbagai dampak lainnya. Dari jumlah itu, 7 juta orang sangat sulit mendapatkan pekerjaan kembali. Selanjutnya, sepanjang 2021 dan paruh pertama 2022 diperkirakan dampak terhadap dunia kerja ini masih sangat tinggi.
Untuk itu, ILO menginisiasi KOVID yang diyakini menjadi cara menarik untuk mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi. Acara ini digelar ILO dengan dukungan Pemerintah Jepang dan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI) dan mitra sosial lainnya.
“Bersama dengan ILO, kami ingin mendorong kesadaran dan penerapan pencegahan COVID-19 melalui proyek Kompetisi Video Semenit ini. Melalui pendekatan kreatif seperti ini, kami percaya akan semakin dapat memperkuat upaya mendorong produktivitas dan pembukaan kembali lapangan kerja di new normal berikutnya,” ujar Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Jepang Hiroki Sasaki.
KOVID mulai dibuka pada Senin, 15 November 2021. Para calon peserta memiliki waktu selama dua bulan untuk mengumpulkan hasil karya hingga tanggal 15 Januari 2022. Pemenang acara ini diumumkan pada 3 Februari 2022.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai KOVID dapat diikuti di Instagram @kompetisivideosemenit dan sejumlah media sosial lainnya. (RED/HTS/KMP)
Follow Akun Media Sosial Kami Di : Halaman Facebook : Media Kamiparho Jakarta Instagram : @mediakamiparhojkt Email : mediakamiparhodki@gmail.com #ilo#kompetisivideosemenit#k3#pandemi




