Kamiparho.org-Sentul City, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Labour 20 (L20) dalam rangka ‘road show’ menuju Labour Summit Bali tahun 2022 Presidensi G20 Indonesia pada September 2022. Dengan agenda Workkshop Pendalaman Isu Prioritas L20 Tentang Perubahan Iklim Dan Transisi Yang Adil Bagi Pekerja/Buruh, pada Selasa-Rabu (19-20/04/2022)
Agenda ini diselengaran di Green Wattana Boutique Hotel & Resto, Sentul City Kabupaten Bogor Jawa Barat, Dalam dua hari kedepan kegiatan L20 di hari pertama akan diisi dengan diskusi dengan para working group L20 yakni Bisnis 20, employmen Working Group (IWG) membawahi, L20, B20, C10 Y20, W20, dalam hal ini kemnaker, dan kementerian ESDM dalahm hal ini Selaku IWG transisi energi. selanjutnya kegiatan akan diteruskan dengan diskusi panel dengan menghadirkan para penanggap dari perwakilan Konederasi Serikat Pkerja/Serikat Buruh (SP/SB).
Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban selaku Chair L20 yang mewakili buruh/pekerja dalam menyuaran kepentingan buruh di tingkat G20 Presidensi Indonesia. dalam sambutanya sekaligus membuka agenda workshop menyampaiakan bahwa, Agenda ini adalah rangkaian acara menuju ke bali G20 Presidensi Indonesia, ditunjuk sebagai Chair L20 adalah suatu kebanggan tersendiri bagi kami, mengambil peran ditingkat nasional dan internasional adalah suatu kebanggan tersendiri, dan itu bukan hal mudah.
“Tantangan saat ini yakni pandemi Covid-19 yang telah membawa dampak buruk terhadap kondisi ketenagakerjaan di Indonesia, bahkan ILO memperkirakan penambahan penganggurn global sejumlah 33 juta meningkat 1,1 persen di tahun 2020. Perubahan pasar tenaga kerja akibat revolusi teknologi, perubahan iklim, bonus demografi, pekerja penyandang disabilitas, yang WHO sendiri menyebutkan ada 1 milyar penyandang disabilitas diseluruh dunia, atau 15 persen dari totol populasi dunia, lalu isu kesetaraan gender.”” katanya.
“L20 telah menetapkan isu prioritas yang telah diterima oleh Negara kita bahkan Negara G20, isu L20 itu yang antara lain memperluas Perlindungan Ketenagakerjaan kepada pekerja platform digital, perubahan Iklim dengan transisi yang adil, Pekerjaan yang layak dan cakupan jaminan sosial universal (universal coverages) kepada seluruh buruh yang termasuk didalamnya.” jelasnya.
“Perlindungan Maternitas (Akses ke pelayanan kesehatan ibu), tunjangan Untuk Pengangguran, perlindungan kesehatan dan kecelakaan kerja (K3), perlindungan pekerja disabilitas, perlindungan sosial kepada pekerja rentan, program jaminan sosial pensiun, dan perlu kajian tentang pembentukan Dana Global (global fund) untuk memastikan pendanaan jaminan sosial universal, khususnya dalam mengatasi penyakit pandemi global.” ungkapnya.
Dalam kesempatan kali ini, Elly juga menjelaskan untuk mendalami isu yang kedua yakni perubahan iklim dan transisi yang adil, seperti diketahui bahwa indonesia telah merencanakan satu rencana besar yaitu pengurangan emisi karbon, yang akan mengahiri pertambangan batu bara, dan beralih pada energi baru terbarukan, rencana pengurangan fosil dengan mengakhiri tambang batu bara, pada tahun 2050 atau selambat lambatnya tahun 2060.
“Pemerintah harus segera melakukan upaya untuk meminimaliser dampak besar yang akan timbul termasuk kehilangan pekerjaan, pekerjaan yang kan berpindah dan juga lingkungan yang akan membutuhkan pikiran besar dan solusi.” bebernya.
Untuk itulah kita mengundang teman teman sp/sb untuk mengambil peran dalam mempromosiskan isu ini, kita mnegajak seluruh dunia, seluruh bangsa Indonesia dan kita yang hadir disini untuk saling mendukung untuk pulih bersama, bahu membahu sehinga tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan sehingga kita dapat membuktikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi Indoesia terhadapa krisis, bentuk pengakuan negara berkembang, serta nilai tambah untuk pemulihan dan kepercayaan domestik dan internasional. Dimana labour 20 mengambil peran dan yakin dapat membawa manfaat bagi seluruh buruh dan masyarakat global. kata Elly Rosista Silaban Chair L20 Presidensi G20 Indonesia. (RED/HTS/MKJ)




