Kamis, September 17, 2026

Sempat Terjadi Gesekan Dengan Blokade Kepolisian, Massa Aksi Ditenangkan Sekjen KSBSI

Kamiparho.org-Jakarta, Sempat terjadi Gesekan dengan blokade Kepolisian, akhirnya Perwakilan Massa aksi unjuk rasa buruh Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) yang berdemo di Patung Kuda, Jakarta Pusat, difasilitasi pihak Kepolisian untuk menyampaikan surat protes ke Istana Negara

Sebelumnya, Massa aksi KSBSI mencoba untuk menerobos Blokade pengamanan kawat berduri.
“Kita mau unjuk rasa di MK, mengapa selalu taip kami aksi dihadang pakai kawat duri disini. bukanya Gedung MK ada didepan sana, aksi kami bukan disini pak Polisi.”

BACA JUGA :   Bahas Perkembangan Program Perikanan, ILO Jakarta Gelar Rapat Dengan Anggota Komite

“Kita harus melawan dan maju ke depan, ini hak kami sebagai buruh,” teriak Alson Naibaho orator KSBSI dari atas mobil komando, Jumat (10/12/2021).

Massa mengatakan mereka datang untuk berdemo di depan Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka protes karena dihalangi kawat berduri.

“Surat kami di MK, Pak, bukan di sini! Surat kita jelas, ini hari HAM jangan menghalangi, nanti bisa kami terobos. Tolong buka, Pak (kawat berduri),” teriak massa.

BACA JUGA :   Berikut Pernyataan Resmi KSBSI Atas Putusan MK Terkait UU No 11 Tahun 2020

“Buka Pak… buka… buka…,” massa aksi kian riuh.

Suasana semakin tak terkendali, mobil komando mencoba mendorong kawat berduri, dan massa aksi dengan spanduknya diletakkan dikawat berduri, sambil melempar botol air mineral ke barisan kepolisian.

Petugas kepolisian dibarisan depan meminta massa tidak menerobos kawat berduri. Polisi tersebut kemudian memerintahkan anggota di barisan depan untuk menahan diri, setelah terpancing emosi dengan dilempar botol air mineral dan bendera.

“Tahan… tahan…,” ujar polisi.

Namun massa masih mencoba menerobos kawat berduri dengan mobil komando. Mobil komando bergerak maju-mundur.

BACA JUGA :   Foto Demo KSBSI Mengawal Pembacaan Putusan MK, Pengujian Formil UU Cipta Kerja

“Komando ada di sini, tahan… teman-teman,” ujar orator dari atas mobil komando mengingatkan massa.

Sekjen KSBSI Dedi Hardianto melalui pengeras suara mencoba meredam massa.

“Saya minta tensinya semua diturunkan. Sekali lagi, kita turunkan tensi kita,” teriak Dedi.

Polisi kemudian merapatkan barisan. dan akhirnya perwakilan massa aksi difasilitasi Kepolisian untuk menyampaikan surat yang ditujukan ke Presiden RI ke Istana Negara. (RED/HTS/KMP)

Tinggalkan Balasan

spot_imgspot_img

Berita Popular

More from author

DPC Nikeuba DKI Jakarta Gelar Workshop Advokasi Bedah UU Cipta Kerja

Kamiparho.org-Jakarta, Hari ini, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh (FSB) Niaga Informatika Keuangan Perbankan dan Aneka Industri (NIKEUBA)-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI)...

Aksi Tanam Mangrove Save Muara Gembong

DPP FSB KAMIPARHO - Selain aksi-aksi buruh, Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (FSB KAMIPARHO) juga melakukan aksi-aksi lainnya yang...

Kamiparho Gelar Pelatihan PKB di Kabupaten Landak Kalimantan Barat

kamiparho.org-Landak--FSB Kamiparho gelar pelatihan bagi Pengurus Komisariat FSB Kamiparho Kabupaten Landak tentang Tehnik Berunding Bagi Negosiator Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di Hotel Hanura Kabupaten...