Kamiparho.org- Jakarta, Gelar agenda Nasional, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) adakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Tanggal 28-30 Oktober 2021,
Gelaran ini sepertinya akan mengundang banyak perhatian anggota atau buruh di Indonesia, pasalnya diagenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) akan membahas perkembangan organisasi dari evaluasi sampai menentukan kemana arah kebijakan organisasi kedepan.
Rakornas KSBSI sedianya akan diikuti sekitar 200 peserta perwakilan lembaga KSBSI dari seluruh Indonesia diantaranya, Dewan Eksekutif Nasioanal (DEN), Majelis Penasihat Organisasi (MPO), badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Koordinator Wilayah se Indonesia, 10 Federasi afiliasi KSBSI, 30 Cabang Federasi afiliasi KSBSI se Indonesia, Departemen Departemen KSBSI, LBH KSBSI, Komite Kesetaraan Nasional KSBSi, Komite Pemuda dan Lingkungan.
Federasi Kamiparho adalah salah satu dari 10 Federasi afiliasi KSBSI yang akan mengikuti Rakornas tersebut.
Dengan penuh antusias, Supardi SH.MH Ketua Umum Federasi Kamiparho mengaku sudah mempersiapkan laporan perkembangan organisasi untuk dibawa ke Rakornas KSBSI, ketika dijumpai di kantor DPP, Cipinang Muara, Senin ( 25/10/2021)
Supardi menjelaskan, Komitmen Kamiparho untuk membangun Net Working dengan para pemangku kepentingan di sektor sawit, itu menjadi prioritas kami, melalui JAPBUSI (Jaringan Pekerja Buruh Sawit Indonesia), ILO Jakarta, melakukan workshop dan kegiatan sosial dialog dan pelatihan.
“Membangun dialog sosial dengan Pengusaha serta Pemerintah secara konstruktif dan berkesinambungan. salah satunya Penandatanganan Agreement antara F SB Kamiparho dengan Head Office Karunia Prima Nastari Corporations (KPN)”.
Tentunya, “Program Jaminan Sosial masih menjadi prioritas Kamiparho juga, upaya mensejahterakan anggota dengan pelatihan dan sosialisasi program BPJSTK (Badan Penyelengara Jaminan Sosial Tenaga Kerja) atau sekarang dipanggil BP Jamsostek”. Kata Supardi.
“Peningkatan hak hak buruh di tempat kerja dalam kaitanya isu isu Gender, K3, pendampingan tehnik melalui dialog sosial dan pelatihan, dengan menggandeng ILO sebagai Fasilitator”.
“Mendorong Pengusaha untuk membuat PKB atau Pembaharuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) agar lebih baik lagi, serta melakukan pelatihan, sosial dialog, terkhusus isu PKB kepada Pengurus Komisariat Kamiparho.
Program Penguatan networking di perusahaan Multinasional dan perbaikan kondisi kerja, terutama buruh yang berada di supplay chain.
Di Lembaga Kerja sama Tripartit dan Dewan Pengupahan, Kamiparho turut mewakilkan kader kadernya di wilayah wilayah maupun Nasional. dan saat ini sudah tercatat keanggotaan Kamiparho secara Nasional sebanyak 44.218 anggota. dengan target penambahan anggota bisa tiap tahunnya 5.000 anggota, semoga ya”. Tandas Supardi.
Tantangan kedepan akan lebih berat, buruh akan beradaptasi dengan situasi yang sulit, dari pemulihan pasca pandemi, sampai pasca lahirnya UU Ciker, ataupun situasi perpolitikan Indonesia, Kami akan sekuat tenaga mempertahankan yang sudah ada saat ini dan menatap kedepan dengan optimisme tinggi, Tetap optimis”. Pungkas Supardi.(RED/HTS/KMP)




