KAMIPARHO.ORG, BRUSSEL – Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban belum lama ini berada di Brussel ibu kota Belgia yang sekaligus ibu kota Uni Eropa untuk melakukan pertemuan dengan para Mitra Internasional KSBSI serta bertemu dengan Komisi Eropa. Agenda pertemuan ini dalam rangka rangkaian agenda internasional menghadiri International Labour Conference (ILC) ke-111 pada 5-16 Juni 2023 di Jenewa, Swiss.
Elly menjelaskan bahwa pertemuan tersebut lebih mendiskusikan dan memberi masuan tentang Indonesia-Eurepean Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UE CEPA) yang saat ini sedang proses perundingan kedua belah pihak, kaitannya dengan kekhawatiran buruh terhadap kondisi ketenagakerjaan di Indonesia, dimana lahirnya Undang-Undang Cipta Kerja membuat kesejahteraan buruh menurun.
“Kami diskusi mengenai CEPA Indonesia – Uni Eropa dan hubungannya dengan UU Cipta Kerja.” kata Elly usia melakukan pertemuan di kantor Uni Eropa Belgia, Senin (05/06/2023) waktu setempat.

Elly menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik perjanjian perdagangan negaranya dengan siapapun, asalkan tidak merugikan pekerja dan buruh Indonesia.
“Tidak ada masalah dengan perjanjian perdagangan Indonesia dengan negara manapun, asalkan jangan mengabaikan Konvensi Dasar ILO dan juga penghormatan terhadap kebebasan berserikat, hak berunding, bebas dari kerja paksa dan tripartite consultation.” tegasnya.
Lebih lanjut, Elly menganggap bahwa hak-hak buruh Indonesia semakin terpuruk akibat lahirnya UU Cipta Kerja. Untuk itu, Ia menekankan pentingnya klausul ketenagakerjaan yang kuat untuk dimasukkan dalam isi perjanjian perdagangan Indonesia-Uni Eropa.
Tak lupa, Elly menyampaikan perasaan senangnya dan berterima kasih kepada semua pihak khususnya CNV International yang telah membantu dan memberi kesempatan bisa berbicara langsung dengan Komisi Eropa dan juga Dewan Perwakilan Rakyat Eropa.
Turut mendampingi Presiden KSBSI, Suzan, Ben dan Anne dari CNV, serta Tara, penasehat FNV. Perwakilan Komisi Eropa (Ditjen Perdagangan dan Ditjen Ketenagakerjaan) dan dengan Lara Wolters perwakilan Parlemen Eropa. (sumber:ksbsi)




