Kamiparho.org-JAKARTA, Tingkatkan kolaborasi internasional, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Federasi Serikat Buruh (FSB) Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (KAMIPARHO)-Konfederasi Serikat Buruh seluruh Indonesia (KSBSI) berhasil menandatangani Nota Kesepahaman antara FSB Kamiparho-Indoneisa dengan CTSWF Kamboja, tentang peningkatan hubungan industrial yang harmonis di perusahaan Multinasional Corporation (MNC).
Seperti dilansir dari surat nota Kesepahaman bahwa, isi nota tersebut salah satunya bertujuan berbagi informasi dan pengetahuan tentang perusahaan multinasional dan rantai pasoknnya. Diskusi terkait nota kesepahaman telah dimulai beberapa tahun lalu, antara KSBSI-Indonesia dengan beberapa serikat pekerja di Asia, termasuk CLC
Kamboja.
Bahwa, kedua belah pihak menyadari pentingnya menjalin kerjasama yang lebih erat dan strategis antara KSBSI dan CLC di seluruh federasinya, tentunya untuk memperkuat hak pekerja di MNC yang ditargetkan dan rantai pasokan.
Mempertimbangkan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang baru dan pengaruh dari Perusahaan Multinasional (MNC) di wilayah tersebut, dan juga isu besar pandemi covid-19 yang sangat dirasa merugikan pekerja di sektor perhotelan dan pariwisata.
Kami dengan tegas setuju untuk menempatkan kolaborasi dalam sebuah memorandum kesepahaman (MOU) yang ditandatangani antara CTSWF dan FSB KAMIPARHO di bawah pemantauan dan dukungan oleh KSBSI Indonesia dan CLC-Kamboja.
Tujuan utama dari kerjasama ini adalah, untuk meningkatkan kehidupan pekerja di MNC yang ditargetkan, yaitu di industri pariwisata dan perhotelan, terutama di ACCOR GROUP di bawah Federasi-Federasi dengan berbagi praktik yang baik. bertukar informasi terkait pekerjaan, kondisi kerja, perlindungan dan kunjungan atau virtual.
Peran Konfederasi adalah memberikan dukungan umum sebagai organisasi payung untuk Federasinya, dan dalam upaya kolaborasi untuk memperkuat kerjasama antara konfederasi penandatangan, sehingga pembentukan dan pengembangan jaringan tersebut terealisasi.
Kedua Federasi mematuhi prinsip bahwa, kolaborasi antara serikat pekerja tingkat perusahaan yang berafiliasi ke Federasi masuk ke dalam jaringan, sehingga akan memperkuat pekerja di MNC yang ditargetkan.
Untuk mencapai tujuan ini, kedua Konfederasi penandatangan sepakat untuk melakukan tindakan-tindakan berikut,
- Untuk bertukar informasi tentang praktik baik yang berguna bagi kedua serikat untuk melayani anggotanya.
- Secara aktif memetakan MNC yang ditargetkan dan rantai pasoknya, yang ada di negara mereka dan berkomunikasi ke jaringan
- Menginformasikan dan memotivasi Federasi dan serikat pekerja secara profesional, untuk berkolaborasi dalam jaringan MNC.
- Mendorong peran aktif untuk koordinasi dan komunikasi di dalam masing-masing jaringan.
- Membagikan semua informasi mengenai MNC yang ditargetkan, seperti CBA, sosial ekonomi, informasi mengenai MNC dan rantai pasoknya, serta perlindungan pekerja di MNC.
- Jika perlu, memberikan bantuan atau dukungan untuk dialog dengan para pemangku kepentingan MNC yang meliputi dalam jaringan.
Kedua belah pihak berkomitmen untuk bekerja sama secara positif dalam mencapai tujuan dan dalam bingkai nota kesepahaman ini.
Ditandatanggani pada tanggal, 21 Oktober 2021, oleh Ketua Umum FSB Kamiparho Supardi, Presiden KSBSI Elly Rosita SIlaban, Morm Rithy Presiden CTSWF-Kamboja, Aththorn Presiden CLC Kamboja.
(RED/HTS/MKJ)
Berita Terkait;
Hari ini, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban bersama jajaran Dewan Eksekutif Nasional (DEN KSBSI) dan perwakilan Federasi yang berafiliasi, menyambangi kedutaan besar Kamboja yang berada di Jalan Pejaten Raya untuk menyerahkan surat dukungan dan solidaritas bagi buruh/pekerja perusahaan kasino terbesar di Kamboja yakni NagaCorp Ltd, yang sedang bermasalah dengan pekerja.




