kamiparho.org-JAKARTA, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bekerja sama dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) adakan Talk Show tentang Peluncuran Kerja sama Layanan Penilaian Resiko Covid- 19 Di Tempat Kerja dengan tema “Dorong UKM Promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)“, yang diselenggarakan di Ayana MidPlaza Hotel, Selasa (25/01/2022)
Apindo mendukung proyek ILO tentang Peningkatan Pencegahan COVID-19 di dan melalui tempat kerja, yang didanai oleh pemerintah Jepang. Melalui Risk-Assesment Service, pengusaha dapat menilai resiko penularan COVID-19 di tempat kerja sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan para pekerja, dan mempercepat pembukaan kembali tempat kerja.
Pandemi COVID-19 telah meninggalkan dampak yang signifikan terhadap pasar tenaga kerja Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pandemi COVID-19 telah berdampak pada 29 juta pekerja di Indonesia pada Agustus 2020 dan sekitar tujuh juta pencari kerja menghadapi kesulitan signifikan dalam mencari pekerjaan.
Sementara pengembangan vaksinasi memberi harapan,
pemulihan pasar tenaga kerja cenderung tertinggal dari pemulihan ekonomi. Dengan demikian, jumlah pekerja dan keluarganya yang terkena dampak pandemi kemungkinan akan tetap tinggi sepanjang tahun 2021 dan selama semester pertama tahun 2022.
Hadir dalam agenda tersebut antara lain dari Apindo Danang Girindrawardana selaku Direktur Eksekutif . dan ILO Abdul Hakim selaku proyek manager dan dari PHRI ibu Retno wakil ketua SDM.
Alson Naibaho selaku perwakilan peserta dari KSBSI menjelaskan kepada kamiparho.org, Selasa (25/01) bahwa, “Agenda ini adalah sosialisasi kerjasama ketiga unsur dalam Peluncuran kerja sama Layanan Penilaian Risiko Covid 19 di Tempat Kerja.” katanya
“Bagaimana perusahaan dan pekerjanya sama-sama mengetahui risiko Covid di tempat kerja yang dalam hal ini bagian dari K3, dan juga mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) terlibat aktif dalam pelaksanaan K3 selama Covid 19.” jelasnya
“Selain UKM dalam agenda ini juga banyak membahas bagaimana Perusahaan dan Hotel-hotel dapat atau mampu bertahan selama Covid saat ini, dan harus diakui perusahaan yang menerapkan K3 dengan baik, pada akhirnya akan lebih terbuka peluang untuk dapat mempertahankan bisnisnya.” ungkapnya
“Tadi dari ILO juga mengatakan bahwa K3 harus menjadi Habbit, budaya bagi semua unsur, baik pengusaha maupun pekerja dan juga pelaku UKM.” tutupnya.
(RED/HTS/KMP)




