KAMIPARHO.ORG, DUMAI – Bertemu manajemen Wilmar Group, Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (DPP FSB KAMIPARHO) tegaskan komitmennya dalam mendorong sosial dialog melalui upaya menciptakan iklim ketenagakerjaan yang harmonis, kontruktif dan berkeadilan.
Hal itu disampaikan Supardi, Ketua Umum DPP FSB KAMIPARHO saat bertemu dengan perwakilan manajemen Wilmar Group Pelitung Dumai serta Manajemen Head Office Wilmar Group Indonesia di Hotel The Zuri Dumai, Rabu (06/09/2023).
Supardi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran manajemen Wilmar Pelitung kota Dumai serta manajemen pusat Wilmar Group yang telah berkenan menghadiri pertemuan silaturahmi dan perkenalan Pengurus Komisariat (PK) FSB KAMIPARHO PT Wilmar Pelitung yang baru.
“Terima kasih dan bersyukur dapat bertemu dengan bapak/ibu manajemen Wilmar Group, bersilaturahmi serta memperkenalkan pengurus baru PK Wilmar Pelitung, dan tentunya dalam rangka membangun komunikasi yang baik antara pekerja dan pengusaha kaitannya dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis.” ucap Supardi.

Sementara itu, Erlina Panitri, Human Capital Head Wilmar Group merasa senang dapat bertemu dengan jajaran Kamiparho. Ia berharap walaupun pertemuan informal, akan tetapi, tetap ada nilai yang bisa diambil bersama baik untuk perusahaan maupun juga teman-teman Kamiparho.
“Di Wilmar Dumai Pelintung ini sangat penting bagi perusahaan, juga sangat penting bagi pekerjanya, begitu juga ada sekian perusahaan dan serikat pekerja/buruh yang ada di bawah Wilmar Group di seluruh Indonesia. Saya sudah berusaha menemui mereka dalam rangka menjaga hubungan yang harmonis, dan saya selalu tegaskan bahwa tidak pernah terpikir untuk menjauhi serikat buruh, karena menurut saya serikat ini adalah partner dan bagian penting dari sebuah perusahaan.” kata Erlina.
Menurut Erlina Panitri bahwa pekerja dan manajemen memiliki tujuan yang sama, hanya beda pengelolaanya, serta sama-sama karyawan dalam satu keluarga dan satu rumah.
“Artinya manajemen pengelolaannya tentunya lebih sulit dibanding hanya memiliki satu perusahaan dengan satu serikat buruh, semua resiko harus dipikirkan secara matang dan nasional. Begitu juga tentang mengelola perkebunan dengan menggelola industri tentunya juga hal yang berbeda.” Jelasnya.
Oleh karena itu, Erlina Panitri menekankan bahwa, kalupun ada permasalahan, kita akan mencari jalan keluarnya, kami akan berusaha jadi jembatan yang baik bagi perusahaan, sehingga kedua belah pihak merasa apapun yang terjadi di rumah kita ini, adalah masalah kita.
“Ketika kita berpikir, bahwa permaslahan itu adalah bagian dari rumah kita, mau pada posisi serikat ataupun sebagai manajemen, hal ini merupakan masalah kita bersama. Ini yang paling penting, bahasa “kita”-nya ini ya, dan bukan “kami”.” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Yunirwan Gah perwakilan ILO Jakarta mengapresiasi apa yang sudah dilakukan kedua belah pihak dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis. Bahwa sosial dialog masih memegang peranan penting dalam hubungan industrial.
Pengurus komisariat FSB KAMIPARHO PT Wilmar Pelitung juga menyampaikan beberapa masukan terkait isu ketenagakerjaan kepada pihak manajemen Wilmar Group.
Hadir dalam agenda tersebut, Supardi Ketua Umum DPP FSB KAMIPARHO, Sulistri Sekretaris Jenderal DPP FSB KAMIPARHO, Aritonang mewakili Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) FSB KAMIPARHO Kota Dumai beserta jajaran, Ibu Armiati. Dan juga dari DPC Pekanbaru, Hendri Malau dan jajarannya. Perwakilan pengurus komisariat dan unit FSB KAMIPARHO PT Wilmar Pelitung kota Dumai.
Erlina Panitri perwakilan dari Head Office Wilmar Group beserta jajarannya serta Rahmat, Perwakilan dari manajemen Wilmar Pelitung dan jajarannya.
(RED/Handi)




