Pukul 13:30 waktu Jenewa, Kamis (11/06/2026), Maria Emeninta Koordinator Regional ACVi Asia mengatakan bahwa akhirnya drafting komite kerja layak dan platform ekonomi di ILC ke-114 selesai mendesain konvensi untuk pekerjaan layak bagi pekerja platform ekonomi, dan akan sah menjadi konvensi ILO, kemungkinan akan menjadi Nomer 193.
“Konvensi tersebut secara resmi dikhususkan dalam rapat plenari pada lusa, dalam rapat pleno esok lusa.” kata Maria.
Seperti diketahui, Komite kerja layak dan platform ekonomi sudah menyelesaikan tugasnya pada hari ini.
Maria Emeninta mengatakan bahwa prosesnya cukup sulit, bahwa terjadi perdebatan yang cukup alot terutama dengan pengusaha yang sangat keras, banyak mengulur waktu, terutama dibeberapa point tentang klasifikasi pekerja platform, pendaftaran dan pengakuan, serta perlindungan sosial bagi mereka dan pemberlakuan sistem otomasi termasuk perlindungan data yang menjadi perbedabatan yang sangat keras.
“Dari 205 usulan proposal yang masuk yang akan digunakan dalam 24 pasal konvensi, menurut saya ini sangat alot.” ungkap Maria.

Maria menambahkan hal itu terjadi terutama pada hari terakhir yang sempat terjadi deatlock, forum berusaha mencapai konsensus dengan masih banyak pembahasan yang tidak mungkin dibahas, karena efisiensi waktu yang hanya tinggal 1 hari saja. Namun demikian, akhirnya berhasil menjadi konsensus.
Maria juga menceritakan betapa berat perjuangan delegasi buruh, karena diawal-awal pembahasan draf konvensi, pihak buruh sempat bersiteru dengan delegasi pengusaha dan pemerintah.
Hal ini dikarenakan delegasi pengusaha yang tidak konsisten dengan apa yang telah disepakati, bahwa tidak akan ada lagi untuk membahas apa yang sudah disepakati sebelumnya, sebagaimana Ketua sidang mengingatkan sedari awal.
Yang mengejutkan juga, ternyata delegasi pemerintah Indonesia sempat mejadi pendukung Malaysia, yang memberi usulan baru atas apa yang telah disepakati.
Namun pada akhirnya, delegasi buruh dengan kompak mendatangi pemerintah, dan menuntut supaya memberi dukungan terhadap apa yang telah disepakati dan meminta komitmen terhadap draf yang sudah dipersiapkan oleh ILO dan serikat buruh.

“Karena kita juga sudah punya Perpres juga tentang Pekerja Paltform, pada akhirnya kesan pemerintah sudah cukup bagus.” beber Maria.
Dan dihari ke 4 dan selanjutnya pemerintah Indonesia sangat responsif, mereka menerima tanggapan dan cukup vokal, serta memberi pendapatnya dengan mendukung posisi buruh dan ILO dengan draf konvensinya.
Hadir dalam sidang ILC yang ke-114, Delegasi dari KSBSI yakni martuah Raja Siregar, Rekson Silaban dan Maria emeinta yang mengawal di Komite Platform Ecoomy. Kemudian Marihot Nainggolan dan Supardi di Komite Sosial Dialog, Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban di komite aplikasi standards (CAS). (RED/handi)




