Kamis, September 17, 2026

Memecahkan Krisis Iklim Perlu Dialog Sosial Serta Keterlibatan Masyarakat

Kamiparho.org, JAKARTA – Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) kembali menggelar diskusi tentang isu Perubahan Iklim dan Transisi yang Adil. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk mempromosikan transisi yang adil bagi pekerja dan masyarakat yang terdampak atas transformasi energi dari fosil ke energi yang ramah lingkungan.

Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban mengatakan, mengapa transisi yang adil itu sangat penting, dan sangat perlu disosialisasikan dan didiskusikan.

“Sangat penting, karena untuk mewujudkan masa depan dunia dengan nol karbon. Dengan terjadinya transformasi yang lebih besar dan lebih cepat, dengan konsekuensi milyaran nyawa itu sangatlah besar.” kata Elly Rosita Silaban saat memberikan sambutan di agenda Konferensi Perubahan Iklim menuju Just Transition Ideal di Indonesia. Agenda tersebut bertempat di Jakarta pada, Jumat (16/12/2022).

BACA JUGA :   Sidang Lanjutan KSBSI JR UU CIKER

“Transisi yang adil sesuai perjanjian iklim di Paris tahun 2015, dimana pemerintah berkomitmen memastikan pekerja dalam transformasi melalui penciptaan peluang kerja yang layak.” jelas Elly.

Elly juga mengatakan bahwa dampak perubahan iklim ini akan sangat besar bagi dunia, oleh sebab itu, diskusi, sosial dialog dengan stakeholder dan masyarakat menjadi sangat penting.

BACA JUGA :   Audiensi Dengan Menaker, KSBSI Minta Permenaker No 2 Tahun 2022 DIrevisi

“Besar sekali dampak perubahan iklim, ketika tidak didiskusikan, tidak ada yang aman, kalau ada pekerjaan baru berarti ada pekerjaan yang hilang, dan ada orang-orang yang menderita disana.” ungkapnya.

“Lalu siapa yang akan kalah, dukungan apa yang akan diberikan kepada pekerja dan masyarakat di pihak yang kalah, ketrampilan apa yang dibutuhkan dalam sektor baru, bagaimana kita memastikan pekerjaan baru adalah pekerjaa layak.” Elly menegaskan bahwa, pertanyaan diatas seolah mengarah pada beberapa kesimpulan
yang tak terhindarkan.

BACA JUGA :   Apa Itu G20?

“Dialog dalam masyarakat harus menjadi mimpi dari proses. Dan pemerintah dalam hal ini akan memegang peran kunci dalam mempromosiskan jenis kebijakan industri dan sosial yang akan mengarah pada produksi yang produktif dan pekerjaan yang layak untuk semua.” tandasnya.

Terakhir, Elly Menekankan bahwa, memecahkan krisis iklim, “kalau kita mengatakan itu tidak mungkin. Akan tetapi dengan kebersamaan, melakukan dengan dialog terbuka dan keterlibatan itu mungkin, itu perlu, dan tidak aja jalan pintas selain mendiskusikannya. (RED/HTS/MKJ)

Tinggalkan Balasan

spot_imgspot_img

Berita Popular

More from author

Masih Soal Polemik UMP DKI Jakarta Pasca Direvisi Oleh Pemprov

Kamiparho.org-JAKARTA, Masih soal polemik penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta pasca Gubernur Anis Baswedan merevisi Pergub Nomor 1395 Tahun 2021 tentang UMP DKI...

Kongres VI FSB Kamiparho, BPJS Ketenagakerjaan Jelaskan Program JKP

DPP FSB KAMIPARHO - Deni Suwardani Asisten Deputi Bidang Kepesertaan skala Menengah BPJS Ketenagakerjaan menerangkan aturan resmi mengenai penyelenggaraan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)...

Promosikan KILO 188, Jejaring SP/SB Sektor Perikanan Gelar Audiensi dengan AP2HI

Jakarta - Jejaring Serikat Pekerja Serikat Buruh Sektor Perikanan dalam upaya mengkampanyekan serta mendorong pentingnya Indonesia untuk meratifikasi Konvensi International Labour Organisation 188 (KILO...

FSB GARTEKS-KSBSI Tangerang Raya Laporkan 2 Perusahaan Pemasok Akhir Brand NIKE ke NIKE Indonesia

Kamiparho.org-Tangerang--Perselisihan yang terjadi antara anggota Pengurus Komisariat (PK) Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia FSB GARTEKS...