Kamiparho.org-Jakarta. Indonesia akan menjadi Presidensi G20 sejak periode 1 Desember 2021 sampai dengan 30 November 2022, setelah secara resmi penyerahan tongkat estafet Presidensi G20 dari Italia kepada Presiden Republik Indonesia dalam acara penutupan KTT G20 di Roma (30-31/10/2021), Sedianya pertemuan G20 Summit Presidensi Indonesia akan dilaksanakan pada Tahun 2022 di Bali.
Sebagai informasi, salah satu dari Engagement Group yang ada di G20 adalah Labour 20 (L20), L20 dibentuk oleh International Trade Union Confederation (ITUC) dan Trade Union Advisory Committee to the OECD (TUAC).
mewakili kepentingan tenaga kerja di tingkat G20 dengan mempersatukan serikat pekerja/buruh dari negara-negara G20 dan Global Unions untuk memberikan masukan pada G20.
L20 akan menyuarakan masukan para serikat pekerja/buruh melalui pertukaran pikiran dan dialog dengan Employment Working Group, Sherpa, dan Menteri Ketenagakerjaan dan Keuangan. Dalam melakukan hal tersebut, L20 menyampaikan harapan serikat pekerja internasional terhadap kebijakan global melalui Pertemuan di G20.

Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) afiliasi ITUC ditunjuk Pemerintah sebagai Chair diantara Konfederasi yang ada di Indonesia untuk mewakili suara pekerja/buruh Indonesia untuk memberikan masukan pada G20 Tahun 2022.
Sulistri Sekjen DPP Kamiparho-KSBSI dalam keterangannya ketika dijumpai di kantor DPP menjelaskan bahwa, indonesia adalah negara satu satunya di ASEAN yang menjadi anggota G20. dimana keanggotaan G20 adalah merepresentasikan dari masing masing Benua. misal di asia pasifik sendiri ada India, Jepang, China, Australia. Jum at (05/11/2021)

“G20 menghasilkan kesepakatan kesepakatan yang tujuannya sebagai referensi internasional, yang berasal dari masukan Engagement Group. (B20,C20,L20,S20,T20,U20,W20,T20) atau para Stakeholders, salah satunya Labour 20 (L20) dan untuk isu tahun ini, yang dibahas dalam G20 Itali adalah isu terkait Perubahan Iklim, Migrasi yang aman dan adil, Gender equality, dan sebagainya.” kata Sulistri.
“Untuk L20 pembahasan sudah dilakukan kemaren, tanggal 27- 28 Oktober 2021, secara virtual. “ada beberapa point terkait isu perubahan iklim, serikat buruh melakukan pendekatan misal, harus ada transisi yang adil untuk isu batubara, ada solusi yang adil, baik bagi pekerjanya atau dampak lingkungan tersebut. harus ada skenario untuk buruh ini tetap mendapat pekerjaan dan berpenghasilan.” ungkap Sulistri.

Untuk Gender Equality kaitanya ratifikasi konvensi ILO 190 tentang kekerasan dan pelecehan ditempat kerja, ada juga terkait perlindungan kawan kawan yang bekerja di Platform workers, dan penciptaan lapangan pekerjaan itu semua menjadi fokus pembahasan L20 di G20 Itali.
Mengapa harus KSBSI Padahal kan kita ketahui bersama Konfederasi di Indonesia ini ada banyak, “KSBSI itu leading, dan sudah banyak terlibat langsung di isu international, dan salah satunya nanti kan dari segi bahasa, bahasanya pake bahasa inggris, Pemimpin kami Perempuan dan punya kapasitas untuk ini, itu diantara pertimbangannya.” ungkap Sulistri
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementrian Ketenagakerjaan, Kementerian Perekonomian, Bapenas, dan untuk ITUC nantinya akan mengadakan meting di Indoneisa. nanti kami kan membuat isu note, mudah mudahan senin besok sudah jadi, dan isu isu itu nantinya akan kita bawa untuk G20 Tahun depan.” Pungkas Sulistri.
(RED/HTS/KMP)




