KAMIPARHO.ORG, JAKARTA – Sulistri Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (DPP FSB KAMIPARHO) dalam sesi pengantarnya mengatakan pentingnya anggota dan pengurus mengetahui tentang manajemen organisasinya, agar ketika melakukan organiser atau menawarkan kepada calon anggota untuk bergabung ke serikat dapat lebih direspon dan mendapat perhatian.
“Kita akan membuat refleksi tentang bagaimana sebuah proses jual beli barang, kita ambil contoh bagaimana proses menawarkan barang dulu sebelum menawarkan bergabung ke serikat, bagaimna melihat kemampuan kawan-kawan dalam hal menawrkan barang, bagaimana untuk meyakinkan pembeli untuk membeli barang yang di tawarkan, penjual dan pembeli, melakukan penawaran.” kata Sulistri di hari kedua pelatihan Manajemen Organisasi dan Pengorganisasian Proyek Ship to Shore Right SEA kerja sama dengan International Labour Organization (ILO). di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Minggu (21/05/2023).
Dihari kedua ini, diisi dengan sesi ke tiga yang dibawakan oleh Alson Naibaho dengan materi tentang manajemen organisasi, apa itu organisasi, dan siapa itu organisasi.
“FSB Kamiparho adalah Federasi Serikat Buruh Makanan, Minuman, Pariwisata, Restoran, Hotel dan Tembakau yang berafiliasi ke KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia). FSB Kamiparho didirikan pada tanggal 12 April 1996. Fsb Kamiparho berkedudukan di Ibu Kota Negara Republik Indonesia.” jelas Alson.
Alson menjalaskan tentang struktural dan manajemen organisasi dari FSB KAMIPARHO, dari pengurus komisariat sampai ke tingkat dewan konfederasi bahkan afiliasi intenasional. Ia juga mengupas tentang profil FSB KAMIPRAHO, dari data anggota sampai data kepengurusan, dan fungsi serta program program apa saja yang dicanangkan di organisasinya.
“sangat penting untuk mengetahui siapa kita sebelum melakukan pengorganisasian atau menawarkan organisasi ini kepada calon anggota untuk bergabung, agar meraka tau apa manfaat dan fungsi berserikat.” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Lusiani Julia perwakilan dari ILO Jakarta membawakan materi tentang kepemimpinan perempuan dalam serikat pekerja/serikat buruh. Ia mengatakan bahwa hal itu sangat penting untuk dilakukan.
“Karena memastikan keterwakilan perempuan dalam serikat buruh, mempromosikan kesetaraan gender dalam serikat, memastikan keterwakilan yang efektif dalam serikat, mendorong kesadaran pada serikat tentang kebutuhan khusus perempuan dan kelompok narjibak/rentan lainnya di tempat kerja.” beber Lusi.
Lusi melanjutkan sesinya dengan melakukan refleksi, bagaimana persepsi tentang Laki-laki dan Perempuan di tempat kerja, dan apa yang anda suka dari laki-laki dan perempuan, apa yang anda tidak suka dari laki-laki dan perempuan. Para peserta dimohon untuk menuliskan jawaban ke papan tulis.
Lebih lanjut, Lusi menjelaskan tentang hambatan umum partisipasi perempuan dalam SP/SB, Anggapan tentang peran, kemampuan dan kesukaan dari perempuan, Perilaku budaya dan kepercayaan/agama terhadap peran perempuan, Reaksi yang tidak mendukung dan julid dari rekan Kerja, masyarakat atau anggota keluarga, Prosedur informal untuk menominasikan atau menunjuk sebagai Pengurus banyak bergantung pada jejaring Kerja yang sudah dibangun oleh laki-laki.
“Tanggung jawab keluarga seringkali ada dipundak perempuan sehingga kurang waktu untuk kegiatan diluar, Perempuan tidak percaya diri dengan kemampuannya, Kurang ketertarikan atau pengetahuan mengenai kesadaran untuk berserikat dan manfaatnya, Takut ditangkap polisi Ketika ikut demo atau pemogokan, SP/SB masih dianggap sering melanggar hukum atau pembuat onar.” bebernya.
Strategi untuk mengorganisir pekerja perempuan diantaranya, Adopsi kebijakan tertulis untuk meningkatkan status perempuan dalam serikat. Kegiatan peningkatan kesadaran dan Pendidikan tentang pentingnya dan manfaat dari berserikat. Menangani persepsi tentang layaknya perempuan dalam memimpin/kepepimpinan serikat dengan cara meningkatkan kesadaran diantara komunitas, keluarga, masyarakat dengan material pelatihan yang sensitive jender. Mendapatkan dukungan dari pemimpin laki-laki yang terpercaya, dihormati dan berkuasa. Ini dapat membantu dalam membangun kepercayaan diri perempuan dan laki-laki bersedia untuk berbagi peran dalam keluarga/rumah tangga
Upaya-upaya lain yang membuat perempuan lebih bisa diterima dan aman diantaranya, Menyediakan fasilitas penitipan anak selama rapat rapat serikat, Melibatkan anggota keluarga (ortu/suami/adik/kakak) pekerja perempuan untuk mendiskusikan mandaat berserikat dan legitimasi perempuan aktif terlibat
Strategi pengorganisasian pekerja perempuan bisa dengan menjadwalkan rapat pada waktu dan tempat dimana pekerja perempuan merasa lebih nyaman untuk hadir (misalnya pagi hari atau di akhir pekan untuk menghindari pulang malam, dekat dengan tempat kerja/rumah). Berdayakan perempuan untuk menyelenggarakan sendiri dan menemukan solusi untuk masalahnya. Pertimbangkan masalah-masalah social secara holistik – jangan focus pada masalah perempuan di tenpat Kerja. Bagaimana serikat bisa mendukung kebutuhan social perempuan?
Lusi menekankan bagaimana perempuan dapat lebih aktif lagi beraktifitas, mudah mudahan kita bisa menambah materi sedikit banyak temtang pengetahuuan baru, insiprai dan motivasi buat temen temen.
Hadir sebagai peserta pelatihan, perwakilan anggota dan pengurus pengurus komisariat FSB KAMIPARHO PT Firs Marine Seafood dan PT Indomaguro Tunas Unggul. (RED/Handi)




