Kamis, September 17, 2026

Kamiparho : Pekerjaan layak Untuk Sawit Berkelanjutan

Kamiparho.org-Jakarta, Komitmen Federasi Serikat Buruh (FSB) Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (KAMIPARHO) dalam mempromosikan perbaikan kondisi kerja di sektor sawit melalui sosial dialog yg konstruktif dan berkeadilan tampaknya akan semakin ditingkatkan. Pasalnya sektor sawit lah yang saat ini masih bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Akan tetapi bukan berarti sektor Pariwisata Restoran dan Hotel akan dikesampingkan. Situasi dan kondisi memaksa perubahan di dalam sektor perhotelan, dan menuntut para buruh untuk mempertahankan pekerjaannya, atau setidaknya melakukan upaya yang lebih komperhensif untuk peningkatan di sektor pariwisata dan perhotelan. Pandemi Covid-19 sudah menjadi mimpi buruk di dunia pariwisata, beruntunglah mereka yang masih bertahan, dan saat ini, perlahan mulai bangkit lagi pasca pandemi.

Seiring dengan dasyatnya peningkat produktifitas di sektor sawit, yang berdasarkan data dari Tahun 2021 nilai ekspor produk sawit US$ 35M, meningkat 52% dibandingkan 2020 nilainya US$, 22,97M. Neraca Perdagangan RI tahun 2021 surplus US$ 35.34 M, sementara Devisa dari sawit US$ 35. Kontribusi Sawit Terhadap Nilai Ekspor Nasional Meningkat Dari 11%-13% Menjadi 17%-18%.

BACA JUGA :   Sulistri: Pentingnya Ratifikasi Konvensi ILO 189 bagi Pekerja Rumah Tangga

Sektor sawit yang masih bertahan exis untuk saat ini, adalah pantas untuk mendapatkan perhatian lebih. Pasalnya sering kita jumpai kampanye hitam yang memojokkan sawit, tanpa memberikan solusi tentang transisi yang berkeadilan bagi pekerja sawit, Serikat buruh dituntut untuk bekerja sama secara mutualisme, Serikat buruh akan membantu mengkampanyekan praktik baik pekerja sawit, dan tentunya dibarengi dengan peningkatan anggotanya maupun buruh di sektor sawit. Tentang pekerjaan layak, jaminan sosial, dan komitmen untuk lebih mendorong kesejahteraan pekerja di sektor sawit.

Program FSB Kamiparho dalam jangka panjang ini, akan mencoba peluang kerja sama dengan Gabungan Pengusaha kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dalam hal ini Worker Initiative for Sustainable Palm Oil (WISPO), adalah sebuah gerakan, inisiatif, dan aksi menuju pekerjaan yang layak untuk kelapa sawit berkelanjutan.

BACA JUGA :   Kamiparho PT Gunas Terapkan Sosial Dialog, Perselisihan PT SJAL POM Dan Rental Truck TBS Akhirnya Capai Kesepakatan

WISPO bergerak dengan serangkaian inisiatif dan tindakan kolaboratif. Bekerja sama secara luas dengan berbagai pihak dan individu. Dari serikat pekerja, organisasi masyarakat sipil, asosiasi petani, korporasi, pemerintah dan organisasi global-UN ILO. Agenda WISPO adalah gerakan yang berpusat pada orang, berkaitan dengan pekerja. Dari pekerja, oleh pekerja ke pekerja untuk kepentingan seluruh pihak terkait di industri.

Tema utamanya adalah “Pekerjaan yang Layak untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan”. Kehadiran WISPO merupakan respon aktif nyata terhadap agenda Presidensi G20 Indonesia.

Presiden Jokowi menginginkan lebih banyak parade aksi daripada toko-toko yang berbicara. Kepresidenan G20 juga merupakan forum yang bagus. Sebuah panggung yang bagus untuk mempromosikan dan melawan isu-isu negatif perburuhan dengan tindakan nyata yang maju.

Mempromosikan dan menerapkan semua praktik terbaik pekerjaan yang layak di industri kelapa sawit. Melawan masalah tenaga kerja negatif dengan perbaikan nyata dan kemajuan. Melibatkan semua pemangku kepentingan yang berkepentingan dan bergerak secara kolaboratif menuju sawit berkelanjutan

BACA JUGA :   Besok Buruh Akan Menduduki dan Memblokir PT Tunas Kreasi Perkasa Makassar

Membuat kampanye seputar topik ‘sawit adalah tentang kita’: “sawit adalah kita”. Kelapa sawit adalah tentang negara, petani, buruh dan seluruh masyarakat. seperti dilansir dari halaman wispo.id.

Supardi, S.H, M.H selaku Ketua Umum FSB Kamiparho mengatakan Kamiparho siap mengambil peran aktif di sektor sawit, Kerja layak untuk sawit Indonesia yang berkelanjutan. Malalui WISPO peran aktif buruh dan pengusaha dituntut untuk berjalan bersama untuk mewujudkan kerja layak.

Bahwa DPP FSB Kamiparho konsisten dalam mempromosikan perbaikan kondisi kerja di sektor sawit melalui sosial dialog yg konstruktif dan berkeadilan. kata Supardi menambahkan.

Kamiparho akan berupaya mewujudkan kerja sama dengan semua mitra pengusaha sawit yang di situ ada keanggota FSB Kamiparho di seluruh Indonesia, untuk bersama sama meningkatkan produktifitas melalui upah layak untuk pekerjaan yang layak.
(RED/HTS/MKJ)

Tinggalkan Balasan

spot_imgspot_img

Berita Popular

More from author

ILO Gelar Diskusi Tentang K3, Menyikapi 2 Konvensi ILO Yang Belum Diratifikasi Oleh Pemerintah RI

Kamiparho.org-JAKARTA, International Labour Organization/ILO (Organisasi Buruh Internasional) adakan Diskusi Media, yang bertajuk ‘Peliputan Media dan Literasi Media Tentang K3 di Masa Pandemi’ menyikapi dua...

Ini Hasil Pertemuan Massa Aksi Demo Banten Dengan DPRD Provinsi banten

Kamiparho.org-SERANG, Menjelang sore, akhirnya massa aksi demo buruh dan mahasiswa diterima oleh Ketua DPRD Provinsi Banten, dan mengasilkan rekomendasi DPRD Provinsi Banten tentang Penetapan...

Gagal Masuk Paripurna 2021, RUU TPKS Direncanakan Masuk Paripurna 2022

Kamiparho.org-JAKARTA, Sepertinya harapan buruh perempuan khusunya dan buruh Indonesia pada umumnya harus tertunda, Pasalnya Rancangan Undang Undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang sedianya...