KAMIPARHO.ORG, LANDAK – Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (DPP FSB KAMIPARHO) menggelar pelatihan serta sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan bagi anggotanya yang berada di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat pada Minggu, (25/02/2024).
“Pelatihan dan sosialisasi JKP di kabupaten Landak ini dilakukan di hotel Hanura dan dihadiri anggota dan pengurus DPC FSB KAMAIPARHO Landak.” kata Supardi saat dihubungi melalui panggilan telepon pada Senin, (26/02/2024).
Hadir sebagai pembicara dari perwakilan BPJS Ketenagakerjaan provinsi Kalimantan Barat dan perwakilan BPJS Kabupaten Landak.
“Hadir dari perwakilan BPJS Ketenagakerjaan provinsi Kalimantan Barat ada mas Adi dan mas Riski, serta pemateri dari BPJS kabupaten Landak.” jelas Supardi.
Tujuan utama dari pelatihan dan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan tersebut untuk membangun kapasitas anggota maupun pengurus di tingkat perusahaan maupun cabang mengerti tentang hak dan kewajibannya sebagai pekerja sekaligus pengurus organisasi yang memperjuangkan hak anggotanya.
Dalam acara tersebut dihadiri dari perwakilan anggota dan pengurus komisariat PT ANI 2, PT Cemaru Lestari, PK Elip dan PK SMS kabupaten Landak, mereka sangat antusias dalam mengikuti agenda tersebut.
“Perwakilan PK yang hadir semuanya dari sektor perkebunan yang ada di kabupaten Landak, 25 orang peserta dan mereka sangat antusias dalam mengikuti jalannya pelatihan serta sosialisasi program BPJS tersebut.” ungkap Supardi.
Hadir juga dari perwakilan anggota dan pengurus tingkat perusaan PT Multi Perkasa Sejahtera, dimana di perusahaan tersebut ada dua serikat yakni Kamiparho dan SP3 SPSI.
“Jadi masih banyak buruh sawit yang belum dicover terkait kesemua dari program-program BPJS Ketenagakerjaan, para peserta aktif bertanya tentang kasus atau pengalaman di perusahaannya.” beber Supardi.
Supardi menaruh harapan besar terhadap terciptanya peningkatan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja di perkebunan kelapa sawit, Diperlukan peran kita semua dalam emndorong peningkatan jaminan sosial serta kesadaran akan pentingnya dialog sosial bagi produktifitas kerja di sektor sawit ini.
(RED/handi)




