Kamis, September 17, 2026

FSB Kamiparho Gelar Pelatihan Non Diskriminasi Berbasis Gender dan Sistem Pengaduan Keluh Kesah JAPBUSI di PontianakFSB Kamiparho Gelar Pelatihan Non Diskriminasi Berbasis Gender dan Sistem Pengaduan Keluh Kesah JAPBUSI di Pontianak

Kalimantan Barat – Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (DPP FSB KAMIPARHO) menggelar Pelatihan Batch 3, Non Diskriminasi Berbasis Gender dan Sistem Pengaduan Berbasis Website dan Aplikasi JAPBUSI bagi anggota di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat, Pada 09-11 Mei 2026.

Pelatihan Non Diskriminasi berbasis Gender dan Sistem Pengaduan Berbasis Website dan Aplikasi JAPBUSI ini didanai oleh Pemeerintah Kananda melalui International Labour Organization (ILO) Indonesia dan Timor Leste dalam proyek “Mewujudkan Manfaat Perdagangan tanpa Diskriminasi Gender dan Pekerja Anak (RealGains) dengan tujuan memperkuat lingkungan yang mendukung perdagangan dan investasi dengan orientasi ekspor terpilih melalui penanganan defisit prinsip-prinsip dan hak-hak mendasar di tempat kerja, khususnya isu tentang diskriminasi berbasis gender dan pekerja anak.

BACA JUGA :   Ini Hasil Sidang Putusan PKPU PT Dutamegah Matra Keramik

Proyek ini menyasar sektor alas kaki, kelapa sawit dan produksi baterai litium yang ada di Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Dimana ada tiga isu utama, yaitu diskriminasi berbasis gender, pekerja anak dan perlindungan hak pekerja, melalui pengembangan kapasitas, pengembangan kebijakan, mekanisme penanganan keluh kesah dan peningkatan akses terhadap hak pekerja.

Pelatihan batch ke tiga ini diikuti oleh 23 peserta perwakilan dari Pengurus Komisariat FSB KAMIPARHO PT. Mitra Andalan Sejahtera (PT MAS) dan perwakilan DPC FSB KAMIPARHO Pontianak Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Ashita selaku Staf Program Realgains ILO Indonesia menekankan pentingnya untuk mendorong kerja layak di sektor sawit tanpa diskriminasi gender, kerja paksa, pekerja anak, serta memastikan penghormatan terhadap hak-hak buruh ditempat kerja.

BACA JUGA :   Ini Kata Rekson Silaban Jelang Penetapan UMP 2022

“Program ini untuk meningkatkan kapasitas serikat buruh dalam memahami pringsip dasar hak pekerja khususnya peremnpuan serta dapat memanfaatkan mekanisme pengaduan keluh kesah JAPBUSI.” kata Ashita.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pontianak, M Suhuri dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen terus mendukung dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan khususnya bagi pekerja formal dan informal di sektor kelapa sawit. Dirinya juga mengapresiasi FSB Kamiparho yang telah banyak menggelar pelatihan pelatihan bagi anggotanya dan meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan sosial.

BACA JUGA :   Kaderisasi Anggotanya, KSBSI Gelar Workshop Media Jurnalistik

Sementara itu, Supardi Ketua Umum DPP FSB Kamiparho menjelaskan pentingnya buruh untuk terus mengupdate diri dalam menghadapi perkembangan jaman. Sebagai anggota serikat juga harus mengerti tentang isu perburuhan dan hak hak nya ditempat kerja, dan dapat menuangkan setiap keluh kesah permasalahan kedalam sisitem berbasis data.

Turut hadir dalam agenda pelatihan, Sulistri selaku Sekretaris Jenderal DPP FSB Kamiparho, Handi Tri Susanto selaku Bendahara DPP FSB Kamiparho, Suherman selaku Koordinator Wilayah KSBSI Kalbar, Hendrik Damanik selaku Organiser FSB KAMIPARHO Kalbar sekaligus Ketua DPC FSB Kamiparho kota Pontianak beserta jajaran tim LBH FSB Kamiparho -KSBSI Kalimantan Barat. (RED/Handi)

Tinggalkan Balasan

spot_imgspot_img

Berita Popular

More from author

FSB Kamiparho Gelar Pelatihan K3 Bagi Anggotnya di Depok

KAMIPARHO.ORG, DEPOK - Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (FSB KAMIPARHO) afiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) kembali menggelar...

Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban Membuka Serasehan Komite Kesetaraan Nasioanal

Kamiparho.org-Depok, Komisi Kesetaraan Nasional (K2N) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) mengelar acara Sarasehan Aktifis perempuan KSBSI, bertajuk "Memperkuat Solidaritas dan Perjuangan Aktifis Perempuan",...