Kamiparho.org-Jakarta, Hari ini Perempuan Kamiparho, mengikuti kegiatan di Yayasan Kusuma Buana (YKB) yang beralamat di jalan asem baris raya blok A/3 Gudang Peluru Tebet, yang saat ini sedang bekerjasama dengan UNAID dalam pelaksanaan proyek Response and Recovery Multi Partner Trust Fund (UN COVID-19 MPTF). Selasa, (23/11)
Dihadiri oleh dr Adi Sasongko selaku Direktur Layanan Kesehatan beserta Tim konsultasi YKB, perwakilan FSB KAMIPARHO Dwi Istianah dan Tatik Suharti, Perwakilan FSB GARTEKS DAN KPI.
Tujuan proyek ini adalah memberikan masukan dan rekomendasi terkait kebijakan inklusifitas di tempat kerja dengan kesehatan pekerja (HIV,TB,COVID-19 DLL), Kesetaraan Gender dan disabilitas dalam upaya menekan stigma dan diskriminasi.
Dengan tema hari ini “Consultative Meeting Aktivis NGO Lintas isu terkait Draft Policy Paper Inklusifitas di Tempat Kerja”
“Saat ini YKB bersama tim konsultasi telah menyusun draft awal policy paper dengan melalui beberapa tahap kegiatan yaitu Desk review dalam bentuk pengumpulan informasi (literatur) serta wawancara mendalam dalam ekspert kebijakan pusat (Kemenkes, Kemnaker, Kemenhub, KPPPA dan Kemen PUPR).” kata Dwi Istianah

“Wawancara juga dilakukan dengan Apindo dan Perdoki kegiatan lainnya berupa FGD pada 4 kelompok (ODHIV, KAP, Disabilitas dan Perempuan Pekerja).”
“Dalam meeting kali ini penulisan draft awal policy paper di konsultasikan kepada para pihak dalam bentuk Consultative Meeting, tiga kegiatan consultative meeting melibatkan pemerintah, HRD Forum, Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan dengan Non Goverment Organisation (NGO) lintas isu.”
“Kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Kusuma Buana kali ini dengan harapan mendapatkan masukan masukan dari para peserta terkait dengan draft policy paper yang sudah di buat. Permasalahan kesehatan, kesetaraan gender dan inklusifitas di tempat kerja bagi kelompok rentan.
“Pengalaman empiris orang dengan hiv (ODHIV) maupun pegiat dalam upaya penanggulangan HIV AIDS di indonesia jelas mengetahui adanya stigma dan diskriminasi yang melingkupi orang dengan hiv maupun penyakit lainnya seperti Tuberkulosis, Kusta dan yang terbaru adalah Covid 19.” jelas Dwi Istianah (RED/HTS/KMP)




