Kamiparho.org-Jakarta, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh (FSB) Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau (KAMIPARHO)-Konfedersai Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) lakukan silaturahmi ke Asosiasi Driver Online (ADO) pada, Selasa (15/02/2022)
Agenda ini dalam rangka pengembangan kolaborasi dengan para pekerja Digital Plaform dan pekerja informal. Melakukan diskusi dan dialog terkait permasalahan para pekerja informal.
Seperti diketaui Asosiasi Driver Online (ADO) merupakan afiliasi dari sejumlah komunitas serta individu driver online, baik Roda 2 maupun Roda 4 yang terbentuk dari kesamaan visi dan misi sebagai pelaku usaha Transportasi Online yang menginginkan suatu wadah yang dapat membela dan/atau dapat memecahkan suatu permasalahan baik yang timbul dari aturan pemerintah maupun pihak penyelenggara (aplikasi berbasis online) serta aspirasi lainnya para driver on line.
Terbentuknya ADO merupakan tindak lanjut dari saran yang disampaikan komisi V DPR RI, saat menerima perwakilan Aksi Damai Driver Online Se Jabodetabek pada tanggal 22 Agustus 2016. Dan untuk menindak lanjuti saran tersebut, pada tanggal 28 Agustus 2016 +/- 40 perwakilan komunitas Se Jabodetabek berkumpul di lapangan Panahan Senayan dan hasilnya sepakat akan membentuk wadah buat driver online dengan nama Asosiasi Driver Online (ADO).
Alson Naibaho selaku Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) FSB Kamiparho-KSBSI mengatakan melalui sambungan whatshap bahwa, kemarin kami melakukan silaturahmi dan berdiskusi dengan ADO.
“Kami bertemu dengan Bang Ariel Ketua ADO dan jajaran pengurusnya, Kami berdiskusi dengan Dewan Pimpinan Pusat ADO.” katanya
“ADO ini sudah mempunyai pengurus Cabang yang berada di daerah-daerah yang diantaranya, Palembang, Sumatra Selatan, Kalimantan, Sulawesi Utara, Sumatra Utara, Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta.” jelasnya
“Diskusi kami, antara lain membicarakan beberapaa hal terkait keluhan driver dan kendala dilapanagan, serta payung hukum, Tentang jaminan soisal, dan perlindunga pekerja ojek online.” tambahnya
“Ada beberapa keluhan ya, dari Driver on line ini, terkait adanya potongan yang tidak transparan, kendala payung hukum tentang penentuan tarif, dan lain sebagainya.” bebernya
“Kedepan kita akan coba membangun jaringan lintas organisai, pekerja platform digital dan informal lainya, untuk membangun solidaritas antar pekerja.” ungkapnya
(RED/HTS/MKJ)




